Penurunan Tarif Tiket Pesawat Tak Bisa Terlalu Rendah

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 28 Maret 2019
Tarif tiket pesawat mahal imbas dari persaingan tak sehat antarmaskapai penerbangan.
tirto.id - Harga tiket pesawat yang tinggi saat ini diperkirakan imbas dari perang harga yang tak sehat dalam bisnis industri penerbangan.

Hal itu disampaikan Pengamat Penerbangan, Arista Atmajati kepada Tirto, Kamis (28/3/2019).

Kondisi persaingan yang tak sehat, kata dia, merupakan risiko yang harus ditanggung industri penerbangan nasional saat pemerintah mulai menekan maskapai penerbangan menurunkan tarif tiket pesawatnya.

"Itu di mana-mana seharusnya pemerintah harus tahu kalau harga itu harus diserahkan pada mekanisme pasar saja," kata Arista.


Bila tiket pesawat turun terlalu rendah, kata dia, maka dikhawatirkan industri penerbangan penerbangan bakal terjerat dalam kondisi yang mirip dengan industri penerbangan masa lalu.

Ia mencontohkan, kondisi dunia penerbangan komersial masa lalu, terdapat maskapai bangkrut, karena terjerat dalam pusaran perang tarif yang menuntut maskapai berlomba-lomba menawarkan tarif tiket pesawat paling murah.

"Nah ini kan [situasi] maskapai banyak yang [serupa] 17 tahun [lalu] itu. Banyak maskapai yang bangkrut. Mulai dari Merpati, Batavia Air, Mandala, Adam Air, Sky Aviation itu bangkrut. Yang kecil kecil apalagi ada Linus Air. Ada Kalstar, itu kan beberapa waktu lalu itu tutup," ungkap dia.

Ia juga menyarankan agar pemerintah tidak terus-menerus menekan maskapai menurunkan tarif tiket pesawat. Kecuali pemerintah, kata dia, menginginkan industri penerbangan nasional gugur lantaran maskapainya bangkrut.

"Ya nggak apa-apa tarif murah. Nggak apa-apa. Tapi maskapai akan lama-lama bangkrut," imbuh dia.

Pemerintah meminta maskapai agar menurunkan tiket pesawat mulai April 2019. Disiapkan opsi agar instrumen tiket turun melalui penurunan avtur dan pajak bahan bakar.


Baca juga artikel terkait HARGA TIKET PESAWAT atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali