Menuju konten utama

Penumpang Pesawat Domestik dan Kapal Laut Turun di Sepanjang Juni

BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Juni 2022 sebanyak 4,9 juta orang, atau turun 7,80 persen dibanding pada Mei 2022.

Penumpang Pesawat Domestik dan Kapal Laut Turun di Sepanjang Juni
Calon penumpang berjalan di selasar Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (28/7/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Juni 2022 sebanyak 4,9 juta orang, atau turun 7,80 persen dibanding pada Mei 2022. Penurunan jumlah penumpang terjadi hampir di semua bandara yang diamati.

Kepala BPS, Margo Yuwono merinci, penurunan penumpang terjadi di Bandara Juanda-Surabaya sebesar 19,34 persen, Hasanuddin Makassar sebesar 16,59 persen, Kualanamu-Medan sebesar 11,49 persen, Ngurah Rai Denpasar sebesar 8,35 persen, dan Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 2,20 persen.

Sementara jumlah penumpang domestik terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 1,5 juta orang atau sebesar 31,35 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya sebanyak 404,1 ribu orang atau sebesar 8,29 persen dari total penumpang domestik.

"Secara bulanan angkutan udara domestik menurun, sementara angkutan udara internasional mengalami peningkatan," katanya dalam Rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Senin (1/8/2022).

Margo mengungkapkan penurunan pada angkutan udara domestik disebabkan oleh berakhirnya masa Lebaran 2022. Sehingga masyarakat tak banyak lagi berpergian menggunakan pesawat.

Namun sebaliknya penerbangan internasional pada Juni 2022 tercatat sebanyak 583 ribu orang, naik 23,28 persen dibanding keadaan pada Mei 2022. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 141,94 persen, Ngurah Rai Denpasar sebesar 54,26 persen, Kualanamu-Medan sebesar 38,10 persen, dan Juanda Surabaya sebesar 35,22 persen.

"Dan untuk angkutan internasional peningkatannya karena ada angkutan haji di beberapa bendara dan masih berlangsungnya side event G20," ujarnya.

Selain penerbangan domestik, penurunan lainnya juga terjadi di transportasi laut. Hal ini tercermin dari jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juni 2022 tercatat 1,6 juta orang atau turun 7,38 persen dibanding kondisi pada bulan sebelumnya.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Belawan sebesar 44,97 persen dan Tanjung Perak sebesar 4,53 persen. Sementara, peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 95,45 persen, Balikpapan sebesar 67,58 persen dan Tanjung Priok sebesar 6,86 persen.

"Penurunan disebabkan karena berakhirnya Lebaran 2022 yang sebabkan turunnya penerbangan domestik dan angkutan laut," ujarnya.

Angkutan Kereta Meningkat

Margo melanjutkan, peningkatan transportasi justru terjadi pada penumpang kereta. Jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Juni 2022 tercatat sebanyak 23,5 juta orang atau naik 0,29 persen dibanding kondisi pada bulan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek, yang merupakan penumpang pelaju (commuter), yaitu sebanyak 18,3 juta orang atau 78,06 persen dari total penumpang kereta api.

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jabodetabek sebesar 7,33 persen, sementara di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera mengalami penurunan masing masing sebesar 19,73 persen dan 5,83 persen.

Secara kumulatif jumlah penumpang kereta api selama Januari–Juni 2022 mencapai 116,8 juta orang atau naik 42,49 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera masing-masing sebesar 34,03 persen, 94,18 persen dan 25,61 persen.

Sementara jumlah barang yang diangkut kereta api pada Juni 2022 sebanyak 5,2 juta ton atau naik 8,04 persen dibanding kondisi pada bulan sebelumnya. Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 4,1 juta ton atau 78,52 persen dari total barang yang diangkut dengan kereta api.

"Peningkatan jumlah barang terjadi di semua wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing sebesar 25,03 persen dan 4,16 persen," katanya.

Adapun selama periode Januari–Juni 2022 jumlah barang yang diangkut kereta api mencapai 28,6 juta ton atau naik 14,79 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Peningkatan terjadi di semua wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing naik 15,06 persen dan 14,71 persen.

Baca juga artikel terkait PENUMPANG PESAWAT atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang