Menuju konten utama

Pentingnya Menjaga Data Pribadi di Era Digital

Saat ini, penipuan kian marak dengan berbagai macam modus baru.

Pentingnya Menjaga Data Pribadi di Era Digital
Ilustrasi Keamanan Data di ponsel. foto/IStockphoto

tirto.id - Sudah sering terjadi di Indonesia, tiba-tiba telepon seluler mendapatkan pesan dari kontak tidak dikenal berisi penawaran kredit, menang undian, permintaan OTP, dan lainnya. Kita mungkin bertanya, dari mana si pengirim mendapatkan nomor kontak kita. Ada banyak kemungkinan; tapi semuanya mengindikasikan satu hal: data pribadi kita dalam keadaan tidak aman.

Maka dari itu, penting untuk menjaga data pribadi di era serba digital seperti saat ini. Kominfo telah mengeluarkan beberapa tips untuk melindungi data pribadi, seperti mengganti kata sandi (password) secara berkala, tidak membuka tautan mencurigakan, menggunakan perangkat lunak yang legal, menghindari koneksi internet nirkabel (Wi-Fi) di sembarang tempat, dan jangan menunjukkan data pribadi (surel, kata sandi, OTP, dll) kepada orang lain.

Saat ini, penipuan sudah semakin marak dengan berbagai macam modus baru. Seringkali, korban adalah orang yang belum punya pengetahuan tentang hal seperti ini, juga mereka yang belum melek literasi digital. Maka tak mengejutkan kalau menurut data dari Kepolisian Republik Indonesia, ada rata-rata 1.409 kasus penipuan daring tiap tahun.

Seringkali orang tidak tahu tentang privasi data pribadi. Maka tak heran kalau ada banyak kasus orang mengunggah foto KTP di media sosial, identitas di paspor, SIM, nomor ponsel, hingga akta kelahiran. Banyak orang tak tahu bahwa data pribadi itu harus dijaga dan tak boleh disebarluaskan, karena rentan disalahgunakan.

“Apa itu data pribadi? Itu adalah semua data yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang,” ujar Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kemenkominfo.

Menurut Semmy, panggilan akrab Semuel, kebocoran data pribadi ini bisa mengarahkan ke kejahatan lain. Terutama data pribadi yang terkait keuangan, semisal password atau OTP.

“Kenapa penjahat ingin mendapat data pribadi? Karena data pribadi itu bisa dilakukan untuk melakukan kejahatan lain, apalagi yang terkait keuangan,” kata Semmy.

Perkara kekhawatiran keamanan data pribadi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan nyaris di seluruh dunia. Ini pernah diungkapkan oleh lembaga riset Pew Research. Dari riset itu, disebutkan bahwa 81 persen responden mengatakan adanya potensi risiko yang mereka alami karena adanya pengumpulan data dari perusahaan dan pemerintah.

“Dan mayoritas warga AS agak khawatir tentang penggunaan data pribadi mereka yang diambil oleh perusahaan (79 persen) dan pemerintah (64 persen),” tulis riset yang mengambil jawaban dari 4.272 warga AS.

Sama seperti banyak orang di Indonesia, mayoritas responden (63 persen) mereka hanya tahu sedikit atau sama sekali tak tahu tentang hukum atau peraturan untuk melindungi data pribadi mereka.

Jaga Data Pribadi, Jaga Diri

Gojek, super app yang juga punya layanan keuangan berupa GoPay, memahami bahwa literasi keamanan digital semakin penting di era sekarang. Karena itu, GoPay Indonesia mengadakan obrolan daring bertajuk “Aman Bersama GoPay: Jaga Keamanan Data Pribadi di Jagat Maya” yang mengundang Semmy dari Kemenkominfo, Budi Gandasoebrata sebagai Chief Compliance Officer GoPay, dan Marsani Lempar Lembing, CEO dan Co-Founder Bapak2ID.

Menurut Budi, GoPay memang meminta data pribadi para penggunanya. Namun ini dipakai sebagai verifikasi.

“Karena itu adalah aturan dari Bank Indonesia. Kami juga harus verifikasi, nah itu foto dan data-data yang lain jadi penting, biar kami lihat apa datanya sesuai atau tidak. Data itu juga akan kami jaga agar aman, dengan cara yang tersertifikasi,” ujar Budi.

Infografik Advertorial GoPay Jaga Data

Infografik Guardians of the Data Privacy. tirto.id/Mojo

Pengguna GoPay mendapatkan manfaat lebih jika sudah melakukan verifikasi e-KTP dan selfie. Akun GoPay mereka akan menjadi GoPay Plus dan pengguna dapat memanfaatkan fitur transfer saldo, saldo GoPay lebih besar dan ter-cover dengan program Jaminan Saldo GoPay Kembali, proteksi saldo GoPay yang diberikan jika pengguna kehilangan saldo di luar kendalinya seperti ponsel hilang atau pesanan tidak terantar.

Penjagaan data di GoPay memang sangat serius. GoPay mengikuti regulasi pemerintah dalam penyimpanan data pribadi, selain itu juga mengadopsi standar seperti National Institute of Standard and Technology (NIST) dan ISO 27001 yang merupakan standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).

“Jadi tidak hanya dari bagaimana kami memverifikasi sumber data yang sah, tapi juga mengamankan datanya yang tersertifikasi dan berstandar internasional,” kata Budi.

Jika dari GoPay pengamanannya sudah berlapis, maka selanjutnya yang harus menjaga diri adalah para pengguna. Mereka harus mulai paham bahwa data pribadi harus dijaga layaknya barang berharga. Ingat, di zaman digital ini, data pribadi sama berharganya seperti emas.

GoPay juga menyadari ada banyak orang yang masih belum paham pentingnya perlindungan data pribadi. Maka mereka tak henti-hentinya mengupayakan edukasi kepada para pengguna, untuk tidak sembarang membagi data-data pribadi ke orang lain.

“Kami tidak pernah bosan untuk kasih tahu jangan share PIN, jangan share OTP. Jadi kita harus terus saling mengingatkan untuk menjaga data pribadi,” kata Budi.

Tips JAGA dari GoPay:

- Jangan bagikan data pribadi

- Amankan Kode Rahasia (password, PIN, OTP)

- Gunakan perlindungan keamanan tambahan seperti biometrik untuk amankan akun/ transaksi

- Awas Manipulasi Psikologis (magis) mengintai, dan adukan percobaan penipuan ke kami dan juga pihak berwenang

Menjaga diri memang makin terasa penting di era digital ini. Ada beberapa kiat agar kamu tetap bisa mengamankan data pribadimu. Pertama, jangan pernah berbagi OTP atau password ke orang lain. Provider seperti GoPay tidak akan pernah meminta OTP-mu. Kedua, ganti password secara berkala. Ketiga, jangan pernah unggah data pribadi di medsos atau dibagi ke orang lain.

“Dan kalau data pribadimu sudah bocor, segera hubungi provider akun yang dibobol. Tapi ingat, mencegah itu lebih baik ketimbang mengobati, jadi jaga diri dulu,” ujar Semmy.[]

(JEDA)

Penulis: Tim Media Servis