Menuju konten utama

Pentingnya Imunisasi Tetanus untuk Korban Gempa Palu & Donggala

Tetanus adalah penyakit kejang yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, yang masuk menyerang saraf tubuh melalui luka terbuka

Pentingnya Imunisasi Tetanus untuk Korban Gempa Palu & Donggala
Warga korban luka-luka gempa bumi Palu dan Donggala menunggu untuk dievakuasi ke Makassar di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/ama/18

tirto.id - Sejumlah vaksin untuk imunisasi korban gempa dan tsunami Palu dikirimkan oleh pihak Bio Farma mulai 3 Oktober 2018, salah satunya adalah vaksin tetanus.

Bio Farma mengirimkan tim bantuan yang terdiri dari tujuh pesonel ke pusat titik gempa dan tsunami. Tim yang dipimpin oleh Direktur SDM dan Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra, akan berada dilokasi selama sembilan hari.

Bio Farma akan memberikan bantuan beberapa vaksin yang salah satunya adalah Vaksin Td dan Anti Tetanus Serum untuk mencegah penyakit tetanus.

"Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang sudah menewaskan lebih dari 1000 korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka. Sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang kesehatan, kami turut membantu menjaga kesehatan para pengungsi, dengan melakukan pemberian imunisasi untuk Tetanus dan difteri (Td)," kata Disril dilansir Antara.

Tetanus adalah penyakit kejang yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, yang masuk menyerang saraf tubuh melalui luka terbuka dari lingkungan kotor.

Bakteri tetanus dapat bertahan hidup di luar tubuh untuk waktu yang sangat lama dalam debu, tanah, serta kotoran hewan maupun manusia.

Bakteri ini umumnya masuk ke tubuh melalui luka yang kotor, contohnya luka akibat cedera, paku berkarat, atau luka bakar.

Gejala-gejala awal tetanus adalah kejang yang menyerupai kekakuan otot. Rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa dibuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Penderita juga mengalami masalah sukar menelan.

Tetanus bukan penyakit menular, namun bisa mematikan. Terutama bila luka berada di kepala atau wajah, dialami oleh bayi yang baru lahir, serta pada penderita yang tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Suntik tetanus atau imunisasi tetanus penting untuk pencegahan bakteri ini berkembang, terlebih di lokasi gempa.

Di Indonesia, vaksin tetanus termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak.

Imunisasi ini diberikan sebagai bagian dari vaksin DTP (difteri, tetanus, pertusis) yang dilakukan dalam 5 tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 5 tahun.

Vaksin ini kemudian akan diulangi pada saat anak berusia 12 tahun yang berupa imunisasi Td.

Untuk perempuan, imunisasi TT (tetanus toksoid) sebaiknya diberikan 1 kali saat sebelum menikah dan 1 kali pada saat hamil. Tujuan imunisasi ini adalah untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir.

Di samping vaksinasi, pencegahan tetanus juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan. Terutama saat merawat luka agar tidak terkena infeksi.

Infeksi tetanus yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal. Beberapa komplikasi tetanus yang dapat terjadi meliputi jantung yang tiba-tiba berhenti, emboli paru, serta pneumonia.

Pengobatan tetanus dilakukan dalam bentuk menghentikan perkembangan bakteri salah satunya dengan antibiotik, atau juga dengan membersihkan luka yang kotor, menghentikan produksi neurotoksin, menetralkan neurotoksin yang belum menyerang saraf tubuh, mencegah komplikasi, serta menangani komplikasi bila sudah terjadi. Sementara itu, penyembuhan tetanus umumnya membutuhkan waktu selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani