Penjelasan BPPTKG Soal Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Bahayanya

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 12 Jan 2022 09:48 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Erupsi Gunung Merapi 2021 ini memiliki dua pusat erupsi yaitu di kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.
tirto.id - Gunung Merapi saat ini masih masuk masa erupsi efusif sejak 4 Januari 2021. Aktivitas erupsi efusif berupa pertumbuhan kubah lava, pembentukan awan panas dan guguran lava.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menjelaskan, berbeda dengan erupsi-erupsi efusif Merapi sebelumnya, erupsi 2021 ini memiliki dua pusat erupsi yaitu di kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.

Kedua kubah lava ini terus tumbuh, hingga 7 Januari 2022, volume kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3, dan kubah lava tengah sebesar 3.007.000 m3. Laju pertumbuhan kubah lava barat daya sebesar 5.700 m3/hari dan laju kubah lava tengah relatif tetap.

"Berdasarkan data volume kubah lava tersebut, telah dibuat model luncuran awan panas guguran sebagai salah satu bahan pembuatan peta potensi bahaya," jelas BPPTKG dalam keterangan tertulisnya.

Hasil pemodelan menunjukkan apabila volume kubah lava barat daya sebesar 3 juta m3 longsor, maka akan menimbulkan awan panas guguran (APG) ke Sungai Boyong, Bebeng, Krasak, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan untuk kubah lava tengah, apabila volume sebesar 1 juta m3 longsor, maka awan panas guguran akan mencapai jarak 5 km ke arah Sungai Gendol.

BPPTKG menjelaskan, berdasarkan pertimbangan tersebut, maka daerah potensi bahaya guguran lava dan awan panas guguran dari Gunung Merapi berada di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dari puncak. Sedangkan pada sektor tenggara pada Sungai Woro sejauh 3 km dan sungai Gendol sejauh 5 km dari puncak.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut. Sedangkan bagi yang bermukim di luar daerah potensi bahaya agar tetap menjaga kesiapsiagaan akan bahaya erupsi Gunung Merapi," kata BPPTKG.

Sementara itu, pada periode pengamatan Rabu (12/1/2022) pukul 00:00-06:00 WIB BPPTKG menjelaskan, teramati adanya guguran lava pijar sebanyak 9 kali jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya.

Selain itu, pada pukul 06.42 WIB juga teramati adanya awan panas guguran Merapi yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 mm dan durasi 127 detik. Jarak luncur awan panas guguran Merapi tersebut mencapai 1.500 meter ke arah ke kali Bebeng dan angin bertiup ke timur. Berikut aktivitas Gunung Merapi terkini.

Berita Gunung Merapi Terkini



Periode pengamatan

12-01-2022 00:00-06:00 WIB

Lokasi Gunung Merapi

Merapi (2968 mdpl),
Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten,
Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Meteorologi

Cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 17-21 °C, kelembaban udara 75-92 %, dan tekanan udara 567-717 mmHg.

Visual

● Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-50 meter di atas puncak kawah.
● Teramati guguran lava pijar 9 kali jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya.

Kegempaan

■ Guguran
(Jumlah : 24, Amplitudo : 3-18 mm, Durasi : 16-117 detik)
■ Tektonik Jauh
(Jumlah : 1, Amplitudo : 13 mm, S-P : 27.5 detik, Durasi : 93 detik)

Kesimpulan

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga)

Rekomendasi BPPTKG

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI HARI INI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight