Pengusaha Batu Bara Minta Pemerintah Segera Terapkan BLU

Reporter: Selfie Miftahul Jannah, tirto.id - 4 Agu 2022 13:10 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pengusaha berharap pemerintah segera bentuk BLU Batu bara, langkah itu dilakukan untuk mengatasi permasalahan tingginya disparitas harga.
tirto.id - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batu bara (Aspebindo), Fathul Nugroho meminta pemerintah untuk segera membentuk badan khusus sebagai pemungut iuran ekspor batu bara yaitu Badan Layanan Umum (BLU) batu bara. Langkah itu dilakukan untuk mengatasi permasalahan tingginya disparitas harga yang terjadi di pasar domestik dan pasar Internasional.

"Naiknya harga komoditas batu bara mengakibatkan pemilik tambang dan trader batu bara lebih tertarik dengan ekspor,” kata Fathul dalam Diskusi Publik Badan Layanan Umum (BLU) Batu Bara dikutip Kamis (4/8/2022).

Fathul menjelaskan, kebijakan DMO membuat pengusaha hanya memperoleh keuntungan yang tipis. Karena itu, BLU bisa menjadi solusi atas permasalahan disparitas tersebut.

"BLU bisa jadi solusi disparitas harga. Hingga kini, kami belum dapat sosialisasi, perlu adanya konsolidasi di industri angkutan batu bara agar biaya logistik di dalam negeri menjadi lebih efisien," ungkapnya.

Adapun harga DMO batu bara yang ditetapkan pemerintah untuk disuplai ke PLN hanya 70-90 dolar AS per ton. Sementara itu, berdasarkan pantauan harga batu bara global, pada perdagangan Senin (25/7/2022), harga batu kontrak Agustus di pasar ICE Newcastle ditutup di 411,05 dolar AS per ton. Harga tersebut melonjak 3,01% dibandingkan penutupan pada Jumat pekan sebelumnya.

Kenaikan tersebut membawa batu bara kembali ke level psikologis 400 dolar AS per ton setelah sempat jatuh dan bergerak di bawah level tersebut sejak 15 Juli 2022. Secara keseluruhan, harga batu bara melesat 17,4% dalam sepekan secara point to point. Dalam sebulan, harga batu bara juga naik 6,2% sementara dalam setahun masih melesat 176,8%.

Sebelumnya, EVP Batubara PT PLN (Persero) Sapto Aji Nugroho mengungkap kebutuhan batu bara penugasan dari pemasok belakangan semakin terbatas di tengah harga komoditas energi primer itu yang kembali naik pada pertengahan tahun ini. Kemudian, untuk mengatasi adanya potensi seretnya pasokan dari tidak terpenuhinya DMO, dia meminta pemerintah untuk segera mengimplementasikan BLU Batu Bara untuk mengatasi ketimpangan pasokan hingga akhir tahun ini.

"Mereka [pengusaha] berharap BLU sudah mulai implementasi dia tidak menolak penugasan Minerba tetapi mengatur jadwalnya setelah BLU keluar," jelas dia dalam Diskusi Publik BLU Batubara.





Baca juga artikel terkait PENGUSAHA BATU BARA atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight