Menuju konten utama

Pengurus Masjid An-Nur Jakpus Bagian Daging Kurban ke Nonmuslim

Pengurus Masjid An-Nur Jalan Kelinci Jakarta Pusat terlebih dulu pastikan umat muslim yang tak mampu di sekitar masjid sudah menerima daging kurban sebelum dibagikan ke umat nonmuslim.

Pengurus Masjid An-Nur Jakpus Bagian Daging Kurban ke Nonmuslim
Warga melaksanakan salat Idul Adha 1440 H di lapangan Dusun Kalitengah Lor , Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (11/8/2019). Ratusan warga lereng Gunung Merapi melaksanakan salat Idul Adha dalam penjagaan petugas karena status Waspada Gunung Merapi namun tetap berlangsung khidmat. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.

tirto.id - Daging kurban dari pengurus Masjid An-Nur, Jalan Kelinci II Pasar Baru, Jakarta Pusat dibagikan kepada warga nonmuslim yang ada di sekitar masjid.

"Tiap tahun kita tetap bagikan daging hewan kurban kepada saudara kita yang nonmuslim," kata pengurus Masjid An-Nur Jakarta Pusat, Abdurohman di Jakarta, Minggu (11/8/2019) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, pengurus masjid terlebih dahulu memastikan seluruh umat muslim yang tidak mampu di sekitar masjid sudah menerima daging kurban sebelum dibagikan ke umat nonmuslim.

"Jika masih ada umat muslim yang kurang mampu di lingkungan kita, maka wajib didahukukan atau diutamakan," imbuh dia.

Kemudian, kata dia, pengurus masjid akan membagikan daging hewan kurban kepada umat nonmuslim dengan kategori kurang mampu.

"Tahun ini kita akan sediakan daging hewan kurban bagi umat nonmuslim sekitar 25 kepala keluarga dengan berat masing-masing satu kiloan," ujar dia.

Pembagian daging kurban kepada umat nonmuslim sebagai merupakan bentuk rasa tali persaudaraan antarumat beragama.

Pengurus masjid, kata dia, juga menerima hewan kurban dari kalangan nonmuslim di kawasan itu.

Di sekitar kawasan Jalan Kelinci II Pasar Baru Jakarta Pusat tersebut terdapat beragam umat agama dan kepercayaan yaitu Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Kong Hu Cu, Hindu hingga ajaran Sikh.

Menurut dia, ragam agama dan budaya dalam satu kawasan tidak menjadi hambatan umat muslim untuk saling berbagi dengan umat nonmuslim terutama saat Hari Raya Iduladha.

"Ikatan dalam beragama atau toleransi di sini sangat terjaga sejak lama, saling membantu karena dari dulu kita terus diajarkan oleh orang tua walaupun beda agama," imbuh dia.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Zakki Amali
Editor: Agung DH