Pengungsi di Pegunungan Lampung Belum Dapat Bantuan

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 27 Desember 2018
Pengungsi rata-rata berasal dari wilayah pesisir Pantai Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
tirto.id - Warga korban tsunami yang mengungsi ke daerah pengunungan Lampung belum semuanya mendapat bantuan. Pengungsi rata-rata berasal dari wilayah pesisir Pantai Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Hal itu disampaikan salah satu Tim Respons Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat Gunawan saat berada di lokasi pengungsian di Lampung Selatan, Rabu malam (26/12/2018).

"Dari awal sampai ujung lokasi bencana tsunami memang ada posko bantuan, cuma belum menjangkau semuanya. Kami pernah mengecek salah satunya di Pantai Kunjir, khususnya warga yang mengungsi di pegunungan, ternyata benar," kata Gunawan.

Menurut Gunawan, sejak Senin (24/12/2018), warga di kawasan Pantai Sukaraja hingga ujung perairan Pantai Kunjir sebagian telah mengungsi ke daerah pegunungan.

"Itu juga yang menjadi faktor (penyebab mereka) tidak terjangkau bantuan bagi pengungsi. Karena, jika pengungsi membutuhkan makanan maka mereka harus turun, sedangkan relawan di posko-posko tidak ingin mengantarkan ke atas pegunungan," ujarnya.

Baznas, lanjutnya, memiliki rencana untuk menambah satu posko bantuan di kawasan Pantai Kunjir dan Pantai Sukaraja untuk mengatasi masalah tersebut dan demi memastikan pengungsi yang membutuhkan bantuan bisa mendapatkannya.

"Kita juga akan buka posko kesehatan di Pantai Sukaraja dan juga posko di Pantai Kunjir, kita akan mendirikan satu dapur umum," lanjutnya.

Selain itu, kata Adi, tim Baznas juga akan menyediakan obat-obatan untuk membantu warga yang mengalami masalah kesehatan selama dalam pengungsian serta memasok logistik langsung dan memastikan pengungsi telah mendapatkannya.

"Kebanyakan orang tua dan anak-anak yang menderita ISPA dan gatal-gatal. Kita juga akan melihat realitanya, jika memang membutuhkan kita juga akan memasok alat rumah tangga demi kebutuhan dapur umum," kata dia.


Baca juga artikel terkait TSUNAMI SELAT SUNDA atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight