Penggunaan Anggaran Pendidikan Dinilai Belum Efisien

Oleh: Mohammad Bernie - 26 Januari 2019
Menurut Najeela anggaran pendidikan banyak mengalir untuk perbaikan infrastruktur sekolah atau membayar gaji guru.
tirto.id - Inisiator gerakan Semua Murid Semua Guru Najeela Shihab menilai alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN belum mencukupi. Selain itu, penggunaan anggaran pun dirasa belum efisien lantaran hanya sedikit yang mengalir untuk perbaikan kualitas mengajar.

"Anggaran untuk kualitas, misalnya untuk perlatihan gurunya, atau untuk membuat sumber belajar di kelas jadi lebih baik itu sedikit sekali," kata Najeela usai acara diskusi 'Gawat Darurat Pendidikan : 13 Juta Anak Indonesia Tidak Sekolah, Apa Rencana Kita?' di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2019).

Anggaran pendidikan kata dia lebih banyak mengalir untuk perbaikan infrastruktur sekolah atau membayar gaji guru. Padahal menurutnya perbaikan gaji guru kerap kali tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas siswa.

Untuk itu menurut Najeela alokasi dana pendidikan perlu ditingkatkan lagi. Namun ia pun tak menutup mata mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Karenanya ia pun meminta pihak swasta dan masyarakat umumnya juga turut andil dalam menyelesaikan masalah pendidikan. Sebab menurutnya isu pendidikan tidak seharusnya hanya diserahkan kepada pemerintah.

"Kalau hanya mengharapkan pemerintah menyelesaikan masalah sendirian ya enggak akan pernah sampai," kata Najeela.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan, pada tahun 2017/2018 terdapat 187.828 anak Indonesia yang putus sekolah, dan 73.000 di antaranya berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Lebih lanjut, dari angka putus sekolah tersebut mayoritasnya berasal dari keluarga termiskin dan tinggal di pedesaan.

Baca juga artikel terkait ISU PENDIDIKAN atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Irwan Syambudi