Menuju konten utama

Pengertian Seni Teater dan Teknik Dasar Akting Teater

Secara umum, teknik dasar akting teater dibagi menjadi tiga, yakni olah tubuh, olah suara, dan olah rasa.

Pengertian Seni Teater dan Teknik Dasar Akting Teater
Sejumlah peserta mengikuti audisi tahap kedua "Mencari Siti" di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (16/3/2021). FOTO/Dok.Rilis

tirto.id - Secara etimologi, teater berasal dari kata Yunani Kuno, teatron yang secara harfiah berarti “tempat atau gedung pertunjukan.” Sementara Turahmat, dalam Teater: Teori dan Penerapannya (2010), menyebutkan bahwa teater memiliki beberapa arti.

Dalam arti luas, teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Sedangkan dalam arti sempit, teater adalah drama, yaitu kisah kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media percakapan, gerak, dan laku, dan didasarkan pada naskah yang tertulis, serta dilengkapi dekorasi, kostum, make up, nyanyian, tarian dan sebagainya.

Masih menurut Turahmat, karena media percakapan, gerak, dan laku menjadi pondasi utama dari suatu teater, maka penting untuk melatih akting seorang pemain sebelum tampil di sebuah pentas.

Akting sendiri merupakan perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis. Maka, untuk mendalami dan melakoni peran seperti yang diinginkan tersebut, seorang pemain teater harus berlatih teknik dasar akting terlebih dahulu.

Teknik Dasar Akting Teater

Mengutip modul Seni Budaya Kelas VII (2014), secara umum teknik dasar akting teater dibagi menjadi tiga, yakni olah tubuh, olah suara, dan olah rasa. Berikut ini penjelasannya.

1. Olah Tubuh

Tubuh menjadi bahasa simbol dan isyarat dalam bermain teater. Melalui gestur, tubuh mencerminkan karakter atau watak tokoh yang sedang diperankan. Dengan demikian, fleksibilitas gerak tubuh merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh pemain teater.

Latihan olah tubuh sendiri diarahkan untuk mendukung kemampuan pemain dalam mewujudkan akting yang baik. Pada latihan olah tubuh, hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan dalam kondisi bugar, segar, dan menyenangkan.

Secara umum, ada lima bagian tubuh yang harus terus dilatih fleksibilitasnya sebagai modal seorang pemain teater untuk berakting secara baik. Lima bagian tubuh ini meliputi:

  • Latihan bagian kepala;
  • Latihan bagian tangan;
  • Latihan bagian badan;
  • Latihan bagian pinggul;
  • Latihan bagian kaki.

2. Olah Suara

Seorang pemain teater harus memiliki kemampuan mengolah suara yang baik. Hal ini karena suara merupakan faktor penting sebagai penyampai pesan kepada penonton.

Penguasaan intonasi, diksi, dan artikulasi setiap kata yang diucapkan, harus jelas dan wajar sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan.

Dengan demikian, seorang aktor perlu latihan olah suara dengan tahapan-tahapan tertentu. Latihan olah suara dapat diawali dengan mengucapkan kata vokal seperti "a, i, u, e, o" sesuai dengan bentuk mulut.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam latihan teknik olah suara:

  • Tekanan kata tertentu yang perlu ditonjolkan dalam sebuah kalimat untuk memperkuat pesan atau mendramatisir kalimat.
  • Jiwa kalimat, yakni seorang aktor penting untuk dapat menghidupkan sebuah kalimat dengan bumbu-bumbu emosi, seperti rasa gembira, sedih, dan lain sebagainya.
  • Tempo dan Irama, yakni pengolahan suara dengan memperhatikan dinamika, artinya suara yang dihasilkan tidak monoton tetapi bervariasi. Misalnya cepat, lambat, tegas, mendayu, dan sebagainya.

3. Olah Rasa

Akting pada dasarnya menampilkan keindahan dan keterampilan seorang aktor dalam mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang sedang dimainkan sesuai dengan karakter. Aktor harus memiliki kemampuan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri.

Untuk mencapai titik tersebut, seorang aktor setidaknya harus melakukan tiga latihan berikut ini:

  • Latihan konsentrasi
  • Latihan imajinasi
  • Latihan ingatan emosi

Baca juga artikel terkait TEATER atau tulisan lainnya dari Ahmad Efendi

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Alexander Haryanto