Pengertian Mineral: Sifat Fisik & Perannya dalam Pembentukan Batu

Oleh: Cicik Novita - 25 April 2021
Dibaca Normal 3 menit
Mineral adalah suatu zat atau benda persenyawaan kimia asli atau yang tersusun oleh proses alam.
tirto.id - Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari tentang mineral, cakupannya meliputi pengenalan karakteristik fisik, komposisi kimia, pengelompokkan, sampai pada proses pembentukannya.


Pengertian mineral

Berdasarkan pengertiannya, mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas tertentu, dan mempunyai atom yang tersusun teratur, demikian menurut buku Geologi Dasar Kelas X.


Dalam ilmu geologi, mineral adalah suatu zat atau benda persenyawaan kimia asli atau yang tersusun oleh proses alam, memiliki sifat-sifat kimia dan fisik tertentu, dan biasanya berbentuk padat. Jadi walau sifat dan zatnya sama namun dibentuk oleh manusia di laboratorium, maka itu tidak termasuk mineral.


Sifat fisik mineral


Ada beberapa sifat fisik mineral yang dapat diamati secara megastopik:

  • Warna (colour)
  • Kilap (luster)
  • Cerat (streak)
  • Belahan (cleavage)
  • Pecahan (fracture)
  • Kekerasan fisik (hardness)
  • Sifat dalam (tenacity)
  • Berat jenis (specific gravity)
  • Kemagnetan (magnetism)
  • Kelistrikan (electricity)


Berikut ini penjelasan dari masing-masing sifat mineral:

Warna

Warna mineral dapat dilihat mata apabila terkena cahaya. Ada beberapa mineral yang dinamakan berdasarkan warna seperti azurite biru, malachitee hijau, erythrite merah-ungu dan lainnya.

Kilap

Kilap mineral adalah sifat optik dari mineral yang berhubungan dengan refleksi dan refraksi dari pantulan cahaya di permukaannya. Kilap dapat dibagi menjadi 3 yaitu: kilap logam, kilap sub logam, dan kilap bukan logam.

Cerat atau gores

Adanya cerat dapat digunakan untuk membedakan dua jenis mineral yang warnanya terlihat sama namun warna ceratnya (bentuk bubuknya) berbeda. Warna cerat lebih stabil dan tidak berubah sehingga lebih dapat dipercaya.

Belahan

Belahan atau terbelah adalah sifat fisik dari mineral jika mengalami tekanan dari luar atau pemukulan dengan palu. Tidak semua mineral memiliki sifat ini karena ada yang mudah dibelah, ada yang sulit, dan ada yang tidak bisa dibelah.

Pecahan

Apabila mineral tidak dapat membelah, maka ia akan pecah secara tidak teratur. Beberapa macam pecahan yang diketahui adalah:

  • Konkoidal: pecahan yang memperlihatkan gelombang lengkung di permukaannya, misalnya kwarsa.
  • Splintery/fibrous: pecahan yang terlihat seperti serat.
  • Uneven/ireguler: pecahan yang memberi kesan permukaan kasar tidak teratur.
  • Hackly: adalah pecahan yang mengesankan permukaan tidak teratur dengan ujung runcing. Contoh emas native dan perak native.

Kekerasan

Kekerasan menunjukkan tingkat kerasnya suatu mineral. Ini penting sebagai pembanding mineral satu dan mineral lainnya. Cara pengujian tingkat kekerasan adalah dengan saling menggores masing-masing mineral. Skala yang digunakan adalah skala “Mohs” dengan 10 tingkat kekerasan. Yang paling rendah adalah kapur (talk) dan yang paling keras adalah intan.

Sifat dalam

Sifat dalam merupakan sifat mineral yang berhubungan dengan daya tahan mineral apabila patah, hancur, bengkok, dll. Macamnya adalah:

  • Rapuh (brittle) : artinya mineral tersebut mudah hancur tapi bisa dipotong-potong. Mineral yang bersifat rapuh contohnya kwarsa, orthoklas, kalsit, pirit.
  • Mudah ditempa : artinya mineral itu dapat di tempa hingga tipis, contoh yang bisa ditempa sampai tipis adalah emas, tembaga.
  • Dapat diiris : artinya mineral itu dapat diiris dngan pisau seperti gypsum contohnya.
  • Fleksible : artinya mineral dapat menjadi lapisan tipis, bisa di bengkokkan namun tak patah, tetapi tidak dapat di kembalikan lagi seperti semula. Contoh : mineral kapur (talk), dan selenite.
  • Blastik : adalah mineral berupa lapisan tipis, dapat dibengkokkan tanpa patah dan dapat di kembalikan keposisi semula. Contoh : muskovit.


Berat jenis

Adalah berat relatif dari suatu mineral yang diukur terhadap berat dari air. Cara mengukurnya:

  • Timbang mineral dalam keadaan kering di udara (W);
  • Timbang mineral dengan ditenggelamkan dalam air (W1).

Berat jenisnya ditentukan dengan membagi berat dalam kondisi kering dengan berat setelah ditenggelamkan dengan rumus:

Berat jenis = W / W-(W1)

Biasanya mineral pembentuk batuan memiliki berat jenis 2.7. sedangkan mineral logam berat jenisnya 5.

Kemagnetan

Kemagnetan adalah sifat mineral terhadap gaya tarik magnet. Jika ia mudah sekali ditarik magnet maka dinamakan ferromagnetik. Sebaliknya jika menolak daya tarik magnet dinamakan diamagnetik.

Kelistrikan

Kelistrikan adalah sifat mineral terhadap arus listrik. Jika mineral dapat mengalirkan listrik disebut konduktor, sebaliknya jika tidak dapat mengalirkan listrik disebut non konduktor. Jika dapat mengalirkan listrik pada batas tertenti disebut semi konduktor.


Mineral pembentuk batuan

Mineral yang membentuk batuan dibagi menjadi 3 yaitu:

1) Mineral Utama

Merupakan komponen mineral dari batuan yang diperlukan untuk menggolongkan dan menamakan batuan, tetapi tidak perlu terdapat dalam jumlah yang banyak. Contohnya:

Felspar : suatu kumpulan dari sejumlah mineral pembentuk batuan. Berwarna putih atau semi putih.

Rumus umum = MAI (Al Si)3O8, M= K, Na, Ca, Ba, Rb, Sr, Fe.

Plagioklas : warnanya putih, putih kelabu, kehijauan, kebiruan.

Rumus umum : (Na, Ca) Al (Si, Al)) Si2O8

Ortoklas : adalah mineral yang terdiri dari kumpulan feldspar alkali. Feldspar pembentuk batuan granit atau batuan asam. Warna putih, putih-kuning, kemerah-merahan, keabu-abuan.

Mika: adalah sejumlah mineral yang warnanya bening, putih, perak, cokelat muda, kuning kehijauan atau hitam dengan rumus:

(K, Na, Ca) (Mg, Fe, Li, Al)2-3(Al, Si)4O10 (OH F)2.

Muskovit: adalah satu mineral dari kumpulan mika. Warna cokelat dan tak berwarna.

Rumus umum : KAl2 (OH)2 AlSi3 O10)

Biotit : satu mineral dari kumpulan mika tesebar luas, merupakan mineral pembentuk batuan yang penting. Warna cokelat tua, hitam, atau hijau tua.

Rumus umum : K2(Mg, Fe)2(OH)2(AlSi3O10)

Amfibol : adalah kumpulan sejumlah mineral pembentuk batuan. Berwarna gelap.

Rumus : A2-3B5(Si, Al)8O22(OH)2A = Mg, Fe+2, Ca atau NaB + Mg, Fe+2, Al atau Fe+3

Horenblenda : adalah salah satu mineral penting dari kumpulan amfibol. Warna hitam, hijau tua cokelat. Misalnya : granit, sianit, diorit, andesit.

Piroksen : adalah kumpulan dari sejumlah mineral yang berwarna gelap.

Rumus umum : ABSi2O6 → A = Ca, Na, Mg atau Fe-2 B = Mg, Fe+3, Al

Augit : adalah salah satu mineral dari kumpulan piroksen. Umumnya berwarna hitam, hijau tua. Misalnya : gabro, basal, peridotit.

Olivin : adalah mineral berwarna kuning kehijauan, kelabu kehijauan, atau cokelat dan pembentuk batuan beku basa, ultra basa dan batuan beku dengan kadar silikat rendah.

Rumus : (Mg, Fe)2SiO4

Kuarsa : mineral pembentuk batuan penting. Bening, tembus pandang, namun bisa cokelat, kuning ungu merah, hijau, biru atau hitam karena ada pengotoran. Dalam industri kuarsa digunakan oleh pabrik kaca, semen, keramik, dll.

Rumus : SiO2


2) Mineral sekunder

Dibentuk dari mineral primer oleh proses pelapukan, sirkulasi larutan atau metamorfosis. Contoh : Klorit, terbentuk dari mineral biotit oleh proses pelapukan.

3) Mineral aksesori atau mineral tambahan

Terbentuk oleh kristalisasi magma, terdapat dalam jumlah sedikit, umumnya kurang dari 5%.


Baca juga artikel terkait MINERAL atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight