Materi Kewirausahaan

Pengertian Kewirausahaan serta Manfaat, Karakteristik, & Dimensinya

Kontributor: Ilham Choirul Anwar - 6 Okt 2021 19:25 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan? Berikut ini pengertian kewirausahaan, tujuan kewirausahaan, manfaat kewirausahaan, dan dimensinya.
tirto.id - Praktik kewirausahaan, dalam bentuknya yang paling sederhana, yakni berdagang, sejatinya sudah lama muncul. Aktivitas berdagang, baik dalam bentuk barter maupun sudah menggunakan uang, telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun silam.

Aktivitas perekonomian yang semakin kompleks, ditambah dengan perkembangan ilmu ekonomi modern, lantas melahirkan konsep kewirausahaan yang biasa juga disebut entrepreneurship. Konsep kewirausahaan pertama kali dirumuskan oleh Richard Cantillon, ekonom Abad 17 kelahiran Irlandia yang menghabiskan hidupnya di Prancis.

Cantillon dikenal sebagai pebisnis yang menyusun salah satu teks ilmu ekonomi modern paling awal. Salah satu karya Cantillon yang paling kesohor, Essai sur la nature du commerce en général, turut memengaruhi pemikiran Adam Smith hingga Thomas Malthus, demikian mengutip laman Britannica.

Menurut Cantillon, sebagaimana dilansir situs Library of Economics and Liberty, istilah kewirausahaan merujuk ke aktivitas pelaku ekonomi yang mengorganisir dan menanggung risiko bisnis, dengan imbalan meraih keuntungan. Sederhananya, Cantillon menganggap wirausahawan adalah orang yang berani mengambil risiko bisnis (kerugian).

Seorang wirausahawan, berdasar pandangan Cantillon, mencari keuntungan dengan cara memastikan ada suplai produk maupun layanan dari produsen (pekerja) buat dijual kembali kepada konsumen dengan harga lebih tinggi. Aktivitas itu bisa membuat para pekerja menerima kepastian pendapatan, sedangkan wirausahawan (pengusaha) akan mendapat keuntungan dengan menghadapi risiko adanya fluktuasi harga di pasar.


Istilah kewirausahaan (entrepreneurship) dari Cantillon itu kemudian dipopulerkan filsuf sekaligus pemikir ekonomi Inggris, John Stuart Mill, melalui karya klasiknya yang terbit di tahun 1848, Principles of Political Economy. Setelah itu, konsep tersebut sempat diabaikan oleh para ekonom modern.

Perhatian pada konsep kewirausahaan kembali menguat setelah disempurnakan oleh ekonom AS Frank H. Knight (1885-1972). Knight berfokus pada karakteristik risiko yang harus dihadapi wirausahawan. Dia berpendapat, ada risiko yang bisa diprediksi, dan ada pula yang tidak. Kemampuan menganalisis risiko, dan tidak hanya peluang, itu menentukan keberhasilan pengusaha dalam mengambil keuntungan.

Di sisi lain, salah satu ekonomi paling berpengaruh di Abad 20, Joseph A. Schumpeter (1883-1950) menggunakan pendekatan berbeda dalam memaknai kewirausahaan. Dia menitikberatkan perhatian pada faktor inovasi.

Menurut Schumpeter, wirausahawan adalah seseorang yang melakukan "kombinasi baru" dalam kegiatan ekonomi, seperti membarui strategi pemasaran, menelisik potensi pasar yang belum tergarap, hingga melakukan modifikasi pada organisasi bisnis.

Schumpeter mengaitkan kewirausahaan dengan proses yang ia sebut "destruksi kreatif." Istilah terakhir merujuk pada kemampuan wirausahawan (entreprenuer) melahirkan inovasi, yang "merusak" keseimbangan lama di dalam ekosistem bisnis, sehingga memunculkan kondisi-kondisi baru.


Pengertian Kewirausahaan Menurut para Ahli

Secara umum, dalam pemaknaan kontemporer, kewirausahaan adalah cara "meng-uangkan" sesuatu dengan sifat kreatif dan inovatif yang diproses melalui usaha. Hasil akhir kewirausahaan berupa penciptaan usaha baru yang dibentuk dalam kondisi penuh risiko atau ketidakpastian.

Mengutip Modul Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (2020) terbitan Kemdikbud, ada sejumlah rumusan definisi kewirausahaan yang dilontarkan para ahli bidang ini. Berikut ini pengertian kewirausahaan menurut para ahli.

1. John J (1993)

John J mengartikan kewirausahaan sebagai usaha menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, manajemen pengambilan risiko yang tepat, dan melalui keterampilan komunikasi. Tujuannya yaitu memobilisasi seseorang, manusia, uang dan bahan-bahan baku atau sumber daya lain yang dibutuhkan dalam menciptakan proyek agar bisa berjalan dengan baik.

2. Thomas W. Zimmerer Zimmerer (1996)

Zimmerer (1996) mengungkapkan, kewirausahaan adalah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam upaya mencari solusi persoalan dan menemukan peluang dalam memperbaiki kehidupan. Dengan beberapa pengertian ini, maka dalam kewirausahaan setidaknya memiliki unsur tentang sesuatu yang baru (kreatif) dan sesuatu yang berbeda (inovatif), serta memberikan manfaat dan nilai lebih.

3. Robert D. Hisrich (2005)

Menurut Hisrich, pengertian kewirausahaan adalah suatu proses dinamis atau penciptaan tambahan kekayaan oleh individu, yang berani mengambil resiko besar, dengan syarat adanya kewajaran, waktu, dan komitmen karier, atau pemberian nilai pada barang/jasa yang bersifat baru dan unik ataupun tidak, yang semua itu dapat terwujud jika ada dukungan dari pemintaan dan penawaran (di pasar), keterampilan, serta sumber daya.

4. Intruksi Presiden RI Nomor 4 Tahun 1995

Dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 1995, definisi kewirausahaan adalah semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha, atau kegiatan yang mengarah ke upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru, dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pengertian kewirausahaan (entrepreneurship) adalah proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (secara kreatif), dan sesuatu yang berbeda (hasil inovasi) yang bermanfaat dan memberi nilai lebih pada suatu jenis barang maupun jasa.

Karakteristik Kewirausahaan

Aktivitas kewirausahaan dipraktikkan dengan menciptakan nilai tambah melalui cara-cara baru sekaligus inovatif dalam mengombinasikan berbagai sumber daya, untuk memenangkan persaingan di pasar. Maka itu, untuk bisa mejadi entreprenuer, seseorang harus memiliki kreativitas dan mampu berinovasi.

Objek pembelajaran dari kewirausahaan adalah kemampuan. Alasannya, kewirausahaan mempelajari mengenai nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang untuk berkreasi dan berinovasi. Kemampuan kewirausahaan terwujud jika seseorang usahawan mampu merumuskan tujuan hidup, kemampuan mengatur waktu, kemampuan belajar dari pengalaman, kemampuan menghadapi tantangan, hingga kemampuan mental yang kuat melawan beragam tantangan saat berusaha.

Pelaku kewirausahaan disebut dengan wirausahawan. Seorang wirausahawan merupakan sosok yang memiliki jiwa berani dalam mengambil risiko dalam melaksanakan pekerjaan, demi memperoleh hasil lebih baik. Wirausahawan berani membuka usaha ketika mendapatkan peluang dan tidak takut sekali pun berada dalam kondisi tidak pasti, seperti belum untung atau balik modal.

Wirausahawan adalah inovator yang menerapkan perubahan-perubahan pada pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Joseph Schumpeter (1934) berpendapat, kombinasi baru itu muncul dalam bentuk:

  • Mengenalkan produk baru atau dengan kualitas baru
  • Mengenalkan metode produksi baru
  • Membuka pasar baru
  • Mendapatkan sumber pasokan baru pada bahan atau komponen baru
  • Menjalankan organisasi baru di suatu industri.

Sementara itu, dalam buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (2017) terbitan Kemendikbud dijelaskan bahwa, wirausahawan memiliki beberapa sifat yang khas melekat padanya. Sifat tersebut adalah percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, berjiwa pemimpin, mengedepankan keaslian (orisinalitas), dan berorientasi ke masa depan.

Adapun karakteristik kewirausahaan dan bentuk perilakunya pada wirausahawan adalah sebagai berikut:

1. Percaya diri

-Bekerja dengan penuh keyakinan
-Tidak berketergantungan dalam melakukan pekerjaan

2. Berorientasi pada tugas dan hasil

-Memenuhi kebutuhan akan prestasi
-Orientasi pekerjaan berupa laba, tekun dan tabah, tekad kerja keras
-Berani mengambi inisiatif

3. Pengambil resiko

-Berani dan mampu mengambil resiko kerja
-Menyukai pekerjaan yang menantang

4. Kepemimpinan

-Bertingkah laku sebagai pemimpin yang terbuka terhadap saran dan kritik
-Mudah bergaul dan bekerja sama dengan orang lain

5. Berpikir/berorientasi ke arah hasil (manfaat)

-Kreatif dan inovatif
-Luwes dalam melaksanakan pekerjaan
-Mempunyai banyak sumberdaya
-Serba bisa dan berpengetahuan luas

6. Keorisinilan (orisinalitas)

-Berpikiran menatap ke depan
-Memiliki perspektif tajam.

Dimensi Kewirausahaan

dua kategori besar, yakni Kualitas Dasar Kewirausahaan dan Kualitas Instrumental Kewirausahaan. Penjelasan masing-masing kategori itu adalah sebagai berikut.

1. Kualitas dasar kewirausahaan, yang meliputi tiga hal yakni:

  • Daya pikir, yaitu wirausahawan mampu berpikir kreatif untuk mencetuskan beragam ide baru yang belum muncul dari orang lain. Dia menciptakan inovasi dalam pengembangan usaha
  • Daya hati, yaitu wirausahawan mesti memiliki keteguhan hati, tekun, ulet, dan selalu mau berusaha. Dia pantang menyerah dengan kegagalan dan selalu mencoba bangkit.
  • Daya fisik, yaitu wirausahawan harus punya ketahanan fisik dan menjaga kesehatan. Kesehatan yang baik akan memudahkannya mengelola usaha.

2. Kualitas instrumental kewirausahaan

Kualitas instrumental berkenaan dengan kemampuan untuk menguasai berbagai disiplin ilmu, baik itu mono disiplin ilmu, antar-disiplin ilmu, dan lintas-disiplin ilmu. Kewirausahaan melibatkan berbagai keilmuan yang berpadu di dalamnya demi memperoleh hasil lebih baik.


Manfaat Kewirausahaan

Ada banyak manfaat menerapkan nilai-nilai dan perilaku kewirasahaan. Manfaat yang umum bisa diambil dari berperan menjadi wirausahawan adalah memiliki berbagai kebebasan yang tidak mungkin diperoleh oleh pekerja atau pegawai.

Berdasarkan konsepsi Thomas W Zimmerer et al. (2005), yang dikutip dalam buku Modul PKWU Kerajinan Kelas X KD 3.1 (2020:6-7) terbitan Kemendikbud, 6 kategori manfaat kewirausahaan.

Perincian sejumlah manfaat kewirausahaan adalah sebagai berikut:

  • Memberi peluang dan kebebasan bagi wirausahawan untuk mengendalikan nasib sendiri
  • Memberi peluang bagi wirausahawan untuk melakukan perubahan
  • Memberi peluang bagi wirausahawan untuk mencapai potensi diri sepenuhnya
  • Memberi peluang bagi wirausahawan memiliki peluang untuk meraih keuntungan
  • Memberi peluang bagi wirausahawan untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapat pengakuan atas usahanya
  • Memberi peluang bagi wirausahawan untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakan suatu kegiatan bisnis.

Baca juga artikel terkait KEWIRAUSAHAAN atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Addi M Idhom

DarkLight