Menuju konten utama
Materi Kerajinan Tangan

Pengertian Kerajinan Tapestri, Bahan, dan Alat untuk Membuatnya

Berikut ini penjelasan tentang pengertian kerajinan tapestri, macam-macam bahan kerajinan tapestri, dan alat untuk membuatnya. 

Pengertian Kerajinan Tapestri, Bahan, dan Alat untuk Membuatnya
Komunitas ibu-ibu perajut membuat payung rajut untuk dipamerkan pada Festival Payung 2017 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/8). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

tirto.id - Segala jenis bahan tekstil yang dirajut ataupun ditenun menjadi peralatan serbaguna merupakan bentuk kerajinan tapestri. Banyak peralatan rumah tangga merupakan hasil kerajinan tapestri. Misalnya, karpet, permadani, hingga hiasan dinding.

Kerajinan tapestri diperkirakan sudah muncul sejak 500 tahun sebelum masehi, khususnya di daerah Mesopotamia dan Mesir. Selanjutnya, tapestri menyebar ke Eropa dan Asia, terutama India, Turki, dan Cina.

Di Indonesia sendiri, tapestri atau proses menenun merupakan bagian dari adat dan kebiasaan masyarakat. Salah satu hasil kerajinan tapestri yang mendunia kain batik tenun. UNESCO menetapkan pada 2009 bahwa batik adalah warisan budaya takbenda atau intangible cultural heritage (ICH) asli khas Indonesia.

Pengertian Kerajinan Tapestri

Secara bahasa, tapestri berasal dari bahasa Perancis yaitu "tapiesserie" yang artinya penutup lantai. Adapun kata lain dari tapestri adalah perajutan atau penenunan.

Di masa silam, orang-orang merajut dan menenun bahan tekstil secara tradisional hingga menjadi hasil kerajinan serbaguna. Proses penenunan itu dikerjakan sambil duduk di permukaan lantai.

Jadi, pengertian tapestri adalah seni membuat karya tekstil dengan cara menenun benang, serat, rotan dan bahan tekstil lainnya sehingga memiliki unsur keindahan dan nilai pakai.

Bahan dan Alat Pembuatan Kerajinan Tapestri

Ada setidaknya 2 jenis bahan yang digunakan dalam kerajinan tapestri. Berikut ini bahan pembuatan kerajinan tapestri, sebagaimana dikutip dari buku Prakarya (2017) terbitan kemdikbud:

  1. Benang katun atau nilon tipis untuk lungsi
  2. Benang tebal untuk pakan.

Adapun alat yang biasa digunakan dalam menenun atau merajut (membuat kerajinan tapestri) adalah sebagai berikut:

  1. Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi
  2. Batang kayu
  3. Gunting
  4. Sisir.

Sebagai salah satu bahan kerajinan tapestri, benang lungsi adalah benang tenun yang disusun sejajar dan tidak bergerak. Biasanya, benang lungsi ditempatkan memanjang dan terikat di kedua ujungnya.

Sementara itu, benang pakan adalah benang yang dimasukkan melintang pada benang lungsi. Dalam tapestri tradisional, benang pakan digerakkan oleh tangan dan diselipkan di sela-sela benang lungsi. Lumrahnya, benang pakan akan digulung. Kemudian, gulungan ini digerakkan di antara benang pakan yang dapat dinaik-turunkan.

Alat tapestri berupa batang kayu dibikin menyerupai sumpit sebagai pengikat benang pakan yang digerakkan. Benang pakan ini biasanya dijadikan sebagai bahan pembuat warna atau motif terstruktur pada kerajinan tapestri.

Ketika proses penenunan dilakukan, pengrajin akan menggunakan sisir untuk merapikan dan memadatkan bahan yang ditenun itu. Gunting digunakan sebagai alat pemotong sisa benang atau bahan tekstil lain yang tak terpakai.

Di Indonesia, proses pembuatan kerajinan tapestri kerap menggunakan alat tenun seperti gedogan ataupun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Prinsip kerja Alat Tenun Bukan Mesin tidak berbeda seperti yang disebutkan di atas.

Baca juga artikel terkait KERAJINAN atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom