Menuju konten utama
Pendidikan Kewarganegaraan

Pengertian Integrasi Nasional Menurut Ahli, Politis & Antropologis

Berikut ini adalah penjelasan pengertian Integrasi Nasional Menurut para Ahli dan secara politis serta antropologis.

Pengertian Integrasi Nasional Menurut Ahli, Politis & Antropologis
Ilustrasi Pancasila. foto/Istockphoto

tirto.id - Integrasi Nasional berasal dari dua kata, yakni Integrasi dan Nasional. Integrasi ini berasal dari Bahasa Inggris (integrate) yang memiliki arti menyatupadukan, mempersatukan atau menggabungkan.

Sedangkan, integrasi nasional adalah menggabungkan seluruh bagian menjadi sebuah keseluruhan dan tiap-tiap bagian diberi tempat sehingga membentuk kesatuan yang harmonis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI yang bersemboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat keberhasilan suatu integrasi yaitu sebagai berikut:

  1. Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan kebutuhan satu dengan lainnya.
  2. Terciptanya kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman.
  3. Norma-norma dan nilai-nilai sosial dijadikan aturan baku dalam melangsungkan proses integrasi sosial.

Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

Mengutip modul Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi (2016), berikut ini adalah pengertian integrasi nasional menurut para ahli:

  • Mahfud MD: integrasi nasional adalah pernyataan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh, secara sederhana memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.
  • Saafroedin Bahar (1996): Upaya menyatukan seluruh unsur suatu bangsa dengan pemerintah dan wilayahnya.
  • Riza Noer Arfani (2001): Pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam suatu kesatuan wilayah.
  • Djuliati Suroyo (2002): Bersatunya suatu bangsa yang menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara yang berdaulat.
  • Ramlan Surbakti (2010): Proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu identitas nasional.
  • Kurana (2010): Integrasi nasional adalah kesadaran identitas bersama di antara warga negara. Ini berarti bahwa meskipun kita memiliki kasta yang berbeda, agama dan daerah, dan berbicara bahasa yang berbeda, kita mengakui kenyataan bahwa kita semua adalah satu. Jenis integrasi ini sangat penting dalam membangun suatu bangsa yang kuat dan makmur.

Pengertian Integrasi Nasional Secara Politis dan Antropologis

Mengutip modul Integrasi Nasional (2017), berikut ini adalah pengertian integrasi nasional secara politis dan antropologis:

1. Pengertian Integrasi Nasional Secara Politis

Integrasi Nasional secara politis ini memiliki arti bahwa penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.

2. Pengertian Integrasi Nasional Secara Antropologi

Integrasi Nasional secara antropologis ini berarti bahwa proses penyesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu kesatuan fungsi di dalam kehidupan masyarakat.

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya.

Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru.

Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.

Baca juga artikel terkait INTEGRASI NASIONAL atau tulisan lainnya dari Maria Ulfa

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Addi M Idhom