Pengertian & Bunyi Hukum Kepler 1, 2, 3: Contoh, Rumus & Fungsinya

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 14 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
“Semua planet bergerak dalam lintasan yang berbentuk elips ketika beredar mengelilingi matahari, yang matahari berada pada salah satu titik fokus elips".
tirto.id - Hukum Kepler digunakan untuk menghitung gerak planet-planet yang mengorbit matahari dan mendukung teori heliosentris.

Hukum Kepler muncul usai runtuhnya teori geosentris yang memiliki anggapan jika Bumi adalah pusat tata surya. Setelah itu, Nicolaus Copernicus mengemukakan teori heliosentris yang menyakan matahari sebagai pusat tata surya. Bumi hanyalah salah satu planet yang bergerak mengelilingi matahari pada orbitnya.

Teori heliosentris menjadi ilmu pembaru dari gerak planet-planet yang telah berkembang sebelumnya.

Atas dasar teori ini pula, menurut laman Sumber Belajar Kemendikbud, ilmuwan bernama Johannes Kepler (1571 - 1639) memberikan argumennya bahwa gerak edar planet mengelilingi matahari tidak berbentuk bulat sempurna. Namun, kata Kepler, garis edar tersebut cenderung berbentuk elips atau lonjong.

Penelitian Kepler terhadap gerak planet-planet mengelilingi matahari lantas memunculkan teori Hukum Kepler. Kepler telah membaginya ke dalam tiga teori, termasuk membuat rumusnya.

Menurut modul Gerak Planet pada Sistem Tata Surya Paket C (Kemdikbud 2017), berikut ini bunyi Hukum Kepler:

1. Hukum I Kepler

Bunyi Hukum I Kepler menyatakan, “Semua planet bergerak dalam lintasan yang berbentuk elips ketika beredar mengelilingi matahari, yang matahari berada pada salah satu titik fokus elips".

2. Hukum II Kepler

Hukum II Kepler menyatakan, “Suatu gerak edar planet mengitari matahari menjangkau suatu bidang luas segitiga yang sama, dalam jangka waktu yang sama.”

Berdasarkan hukum ini, pada saat jarak planet ke matahari dekat maka gerak edar planet juga semakin cepat. Luas bidang edar dan waktu tempuhnya sama dengan saat planet berada lebih jauh jaaknya dari matahari.

3. Hukum III Kepler

Hukum III Kepler menyatakan, “Perbandingan kuadrat waktu periode planet dengan pangkat tiga jarak planet tersebut ke matahari adalah sama untuk semua planet.”

Dari hukum ini ditentukan rumus persamaannya:

T1 kuadrat / T2 kuadrat = R1 pangkat 3 / R2 pangkat 3

T1: periode revolusi planet 1
T2: periode revolusi planet 2
R1: jarak rata-rata planet 1 ke matahari
R2: jarak rata-rata planet 2 ke matahari

Hukum Kepler dalam kehidupan modern dipakai untuk memperkirakan lintasan planet-planet atau benda luar angka lain yang mengorbit matahari.

Misalnya yaitu asteroid atau planet lain yang belum muncul di masa kehidupan Kepler. Huum Kepler dapat pula diterapkan untuk menghitung gerak bulan yang mengorbit bumi, atau benda baru lainnya yang mengorbit bumi selain bulan.


Baca juga artikel terkait HUKUM KEPLER atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight