Pengembang Tunggu Kepastian Harga, Program Sejuta Rumah Tersendat

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 8 Maret 2019
Pengembang menahan pembangunan rumah karena menunggu kepastian harga dari pemerintah.
tirto.id -
Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK) tersendat pelaksanaannya di tahun 2019. Hingga Maret 2019, baru 120.000 unit rumah yang tersedia, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Data Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, jumlah unit yang terbangun pada periode yang sama tahun 2018 lalu mencapai kisaran 200.000 unit.

"Karena ini saja sudah sampai bulan ini masih 120-128 (ribuan). Biasanya sudah 200 (ribuan)," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid dalam paparannya di kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Khalawi beralasan, tersendatnya program sejuta rumah ini disebabkan oleh para pengembang yang masih menunggu kepastian kenaikan harga jual rumah subsidi dari pemerintah.

Para pengembang mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga rumah subsidi yang mereka bangun. Alasan mereka, harga jual saat ini sudah tidak sesuai dengan beban biaya pembangunan rumah yang harus ditanggung perusahaan. Kenaikan biaya pembangunan ini dipicu oleh harga bahan bangunan yang juga mengalami kenaikan.

Selain itu, upah tenaga kerja sesuai aturan upah minimum provinsi (UMP) selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Kondisi ini, kata Eko, yang membuat para pengembang menahan produksi rumah mereka.

"Maka saya minta Pak Eko (Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Heripoerwanto) agar harga baru bisa dipercepat, dijemput saja biar cepat. Pengembang itu tunggu harga rumah baru dan kepastian, soalnya mereka kalau nggak ada kepastian nanti mereka nggak bangun-bangun menahan terus," kata dia.


Baca juga artikel terkait RUMAH SUBSIDI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Agung DH