Sejarah

Pengaruh Kehidupan Awal Sejarah Manusia Terhadap Masa Kini

Oleh: Syamsul Dwi Maarif - 27 Agustus 2021
Dibaca Normal 1 menit
Pengaruh kehidupan manusia zaman praaksara dengan masa kini.
tirto.id - Kehidupan awal sejarah manusia atau zaman praaksara mempengaruhi beberapa aspek dalam kehidupan masa kini seperti aspek kepercayaan, sosial, budaya, dan teknologi.

Zaman praaksara dikenal sebagai masa di mana manusia belum mengenal tulisan. Zaman tersebut terjadi pada kurun 3,3 juta tahun yang lalu saat manusia purba jenis Hominini mulai memanfaatkan perkakas dari batu.

Dikutip dari buku Sejarah Indonesia: Rekam Jejak Peradaban Indonesia (2017:3), cara mengenal kehidupan praaksara adalah dengan mempelajari sumber-sumber peninggalannya berupa fosil manusia purba, alat-alat kehidupan, fosil tumbuhan, dan fosil hewan yang hidup sezaman.

Manusia pada masa awal sejarah melewati beberapa corak kehidupan seperti masa berburu dan meramu, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.

Manusia purba pada masa berburu dan meramu belum memiliki kebudayaan yang begitu kompleks. Mereka cenderung menggunakan tradisi lisan yang terus berkembang menjadi kebudayaan manusia masa kini.

Manusia purba pada masa bercocok tanam sudah mulai menetap dan hidup lebih teratur dalam bentuk kelompok-kelompok. Tradisi tersebut juga terus mengalami perkembangan dan menjadi kebudayaan manusia masa kini.

Kehidupan manusia pada masa perundagian sudah lebih sejahtera lantaran banyaknya kebutuhan yang tercukupi. Selain itu, kehidupan sosial semakin kompleks dan muncul desa-desa serta mulai mengenal tata kehidupan dengan adanya sistem pemimpin yang membentuk keteraturan. Masa perundagian lebih mendekatkan kepada corak kebudayaan manusia modern.

Pengaruh Kehidupan Awal Sejarah Manusia terhadap Masa Kini


Kehidupan awal sejarah manusia sedikit banyak berpengaruh terhadap kehidupan masa kini dan berbagai aspek yang meliputinya seperti aspek kepercayaan, sosial, budaya dan teknologi.

Dikutip dari modul Sejarah: Kehidupan Awal Manusia Indonesia oleh Irma Samrotul Fuadah (2020:12-13), mengenai pengaruh kehidupan awal sejarah manusia terhadap masa kini dalam beberapa aspek sebagai berikut:

1. Aspek Kepercayaan

Kehidupan manusia purba pada masa awal sudah mengenal adanya kekuatan besar di alam semesta selain kekuatan individu. Hal tersebut kemudian mendorong munculnya kepercayaan seperti animisme, dinamisme, dan totenisme.

Kepercayaan manusia terus berkembang hingga mulai mengenal beberapa agama seperti Hindu, Buddha, Kristen, dan Islam.

Walaupun, kepercayaan sudah berkembang menjadi bentuk agama, namun banyak yang tetap mempercayai (mempraktikkan) kekuatan dari benda-benda pusaka dan roh nenek moyang. Selain itu, sebagian masyarakat kerap melakukan tradisi upacara keagamaan dan kepercayaan.

2. Aspek Sosial

Manusia zaman modern memilih untuk hidup secara berkelompok daripada secara individu. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah terwujudnya tujuan hidup serta terjadinya stabilitas keamanan dalam masyarakat. Kebudayaan hidup secara berkelompok sudah dilakukan manusia purba sejak masa bercocok tanam.

3. Aspek Budaya

Zaman modern memunculkan hasil kebudayaan dalam berbagai bentuk seperti gambaran, lukisan, tarian, nyanyian, cerita dan lainnya. Pada masa mengumpulkan makanan, manusia purba sudah menghasilkan lukisan dalam gua berbentuk cap-cap tangan dan bentuk hewan. Hal tersebut merupakan bukti perkembangan awal peradaban manusia yang menjadi semakin kompleks pada masa kini.

4. Aspek Teknologi

Manusia sejak awal peradabannya sudah mulai menggunakan alat dari batu dan tulang untuk mempermudah kehidupannya seperti berburu dan melindungi diri. Hal tersebut merupakan cikal bakal berkembangnya teknologi masyarakat masa kini yang sudah dapat menghasilkan berbagai alat menggunakan teknologi canggih seperti ponsel pintar.


Baca juga artikel terkait MANUSIA PURBA atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight