Pendidikan Kewarganegaraan

Pengamalan Nilai Sejarah Sumpah Pemuda dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh: Yuda Prinada - 8 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
tirto.id - Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Peringatan ini terkait dengan sejarah Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tanggal 27 Oktober 1928, di Gedung Katholikee Jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katolik) dilaksanakan Kongres Pemuda II. Hari berikutnya, tanggal 28 Oktober 1928, lokasi kongres pindah ke Gedung Oost Java, Medan Merdeka Utara, kini wilayah Jakarta Pusat.

Adapun tujuan pelaksanaan Kongres Pemuda II adalah untuk melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, serta memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia.

Isi Sumpah Pemuda

Tanggal 28 Oktober 1928, dibacakan isi dari hasil kongres tersebut yang meliputi tiga poin. Berikut ini adalah isi Sumpah Pemuda:
  1. Kami putra putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putra putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Dalam Makna Sumpah Pemuda (2012) Sri Sudarmiyatun menyampaikan, terdapat nilai yang dapat diambil dari Sumpah Pemuda, yakni patriotisme, gotong royong, musyawarah mufakat, cinta tanah air, kekeluargaan, persatuan, kerukunan, kerja sama, cinta damai, dan tanggung jawab.

Beberapa aspek positif yang lahir dari ketiga poin Sumpah Pemuda dan sifatnya positif dapat dijadikan contoh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Contoh Pengamalan Nilai Sumpah Pemuda

Semangat persatuan saat Sumpah Pemuda membawa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama bisa berjuang dalam satu semangat. Kendati memiliki latar belakang yang berbeda-beda, persatuan menciptakan nilai baru yang bisa diteladani.

Dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 3 (2008:7), diuraikan beberapa nilai yang bisa diamalkan dari Sumpah Pemuda, antara lain:

1. Mempererat hubungan kekeluargaan
2. Terciptanya kerukunan hidup
3. Membina rasa kesetiakawanan sosial
4. Memperkokoh rasa cinta tanah air, sehingga tidak mudah terpengaruh bangsa lain.

Contoh pengamalan Sumpah Pemuda masih relevan untuk diterapkan di masa-masa sekarang ini. Salah satunya adalah mengenai toleransi beragama atau pun toleransi dalam berbagai hal lain.

Indonesia sebagai negara majemuk terdiri dari berbagai suku, adat, agama, yang berbeda-beda. Sudah sepatutnya kita saling menghargai dan menghormati sesama meskipun berasal dari latar belakang yang tidak sama.


Baca juga artikel terkait SUMPAH PEMUDA atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight