Pengakuan Mike Tyson pada Susi Pudjiastuti: Soal Tinju & Kehidupan

Oleh: Addi M Idhom - 3 Oktober 2020
Dibaca Normal 2 menit
Mike Tyson berbicara soal tinju, kegagalan, kesuksesan, hingga filosofi dalam hidupnya dalam diskusi bersama Susi Pudjiastuti di Mola TV.
tirto.id - Percakapan Susi Pudjiastuti dan Mike Tyson membuka edisi perdana program Mola Living Live yang ditayangkan di Mola TV pada Jumat malam (2/10/2020).

Menjadi pemandu acara di program ini, Susi mengajukan belasan pertanyaan buat Si Leher Beton. Tyson juga menjawab beberapa pertanyaan dari penonton acara ini.

Topik wawancara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dengan Tyson beragam. Mulai dari tinju, penjara, agama, perjalanan hidup, hingga menu makanan.

Sebagian jawaban Tyson singkat dan padat, serupa gaya bertinjunya di atas ring: sebisa mungkin menyungkurkan lawan di ronde-ronde awal.

"Musuh terbesar saya adalah diri saya sendiri. Di atas ring maupun kehidupan," kata Tyson kepada Susi saat sesi wawancara selama hampir sejam yang berlangsung via konferensi video.

Pemegang rekor juara tinju dunia termuda ini mengaku selalu memegang prinsip terus konsisten dan berkomitmen mencapai tujuan, baik sebagai atlet maupun pebisnis. Prinsip ini membuat ia tak pernah berhenti berusaha meskipun diterpa banyak kegagalan.

Namun, bagi Tyson, yang paling penting ialah kepercayaan diri. Ragu atas kemampuan diri sendiri merupakan hal yang ia tidak suka. Menurut Tyson, kesuksesan butuh percaya diri. Satu hal yang membuat ia bertahan selama ini adalah ambisi menjadi yang terbaik.

Tyson mengakui ia memang pernah melakukan sejumlah kesalahan. Meski begitu, ia tidak merasa ada masalah yang benar-benar membuatnya terpuruk dan gagal bangkit, termasuk saat dipenjara 3 tahun karena divonis bersalah melakukan pemerkosaan.

"Masuk penjara, benar-benar berkah bagi saya. Itu salah satu hal terbaik yang pernah terjadi pada saya," kata Tyson menjawab pertanyaan Susi tentang dampak masuk penjara untuknya.

"Saya belajar banyak pelajaran tentang diri saya sendiri, masyarakat, dan keluarga," lanjut Tyson yang mengaku sudah memeluk Islam sejak sebelum masuk bui.

Di usia 54 tahun, nampaknya Tyson sudah kenyang akan masalah dan kegagalan. Kehilangan apa pun merupakan suatu hal biasa dalam hidup yang harus ia terima. Menurut Tyson, semua orang mengalami kehilangan: menua, rambut dan gigi rontok, dan akhirnya meninggal.

"Hidup adalah soal kehilangan," kata Tyson.

"Tapi kebanyakan manusia takut kehilangan sesuatu," balas Susi.

"Kita lahir telanjang tanpa bawa apa pun. Lihat apa yang dianugerahkan kepada kita dalam hidup. [...] Kita terima semuanya tanpa harus memberikan apa pun. Kita lahir sebagai bukan siapa-siapa, lantas menjalani kehidupan serta mengalami banyak hal," jawab Tyson.

"Hidup sekadar perjalanan yang harus dilewati dan dijalani. Terkadang beruntung, dan adakalanya tidak," Tyson menambahkan.

Tyson mengaku salah satu buku pertama yang ia baca ialah Epos Gilgames. Legenda Mesopotamia kuno itu mengisahkan raja Gilgames yang mencari rahasia hidup abadi, tapi akhirnya menyadari bahwa pencarian itu sia-sia.

"Itu buku yang sungguh menarik," ujar Tyson.


Aktivitas Mike Tyson di Usia Senja

Sekalipun telah berumur kepala lima, Tyson saat ini sedang giat berlatih untuk bersiap kembali naik ring. Sejumlah pertandingan tinju ekshibisi memang sempat diwacanakan akan dijalani oleh Tyson pada tahun ini.

Salah satu rencana yang hampir terlaksana adalah pertandingan tinju Tyson melawan Roy Jones Jr. Namun, jadwal pertandingan ini diundur, dari semula September, menjadi akhir November 2020.

Kata Tyson, kembali berlatih tinju bukan hal yang mudah bagi dirinya. "Sangat menyiksa [...]. Tapi saya berusaha konsisten, dan tak menyerah."


Tyson pun sempat bercerita pola makan yang dijalaninya. Dia lebih sering mengonsumsi makanan organik, dan tidak memakan daging hewan ternak. Untuk asupan protein hewani, Tyson lebih suka ikan laut.

Di luar urusan baku pukul di atas ring, Tyson saat ini menjadi pebisnis sukses, dengan beragam lini usaha. Namun, ia tidak banyak bercerita tentang bisnis yang dijalankannya. Tyson hanya bercerita bahwa pandemi Covid-19 tidak berdampak signifikan terhadap bisnis miliknya.

Tyson mengklaim ambisinya dalam urusan bisnis sekarang lebih terfokus buat mengumpulkan lebih banyak dana untuk amal.


Bintang Tamu Mola Living Live, Setelah Mike Tyson

Mola TV menayangkan program Mola Living Live dengan konsep menghadirkan tokoh-tokoh dunia yang bisa menjadi inspirasi. Acara ini bahkan dilengkapi fitur interaktif yang memungkinkan para pemirsa mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

"Kita selalu tertarik pada apa yang ada di balik pemikiran orang-orang yang menjalani kehidupan penuh perjuangan, dan harusnya banyak pelajaran bermanfaat yang dapat diperoleh penonton dari sesi diskusi ini," kata perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso.

Didapuk sebagai pemandu acara Mola Living Live, Susi Pudjiastuti mengaku senang dengan tugas barunya tersebut. Dia berharap tujuan acara ini untuk memberikan inspirasi bagi pemirsa Mola TV di tanah air dapat tercapai.

"Untuk saya pribadi ini salah satu kebanggaan dan surprise yang luar biasa diberikan kesempatan mewawancarai Mike Tyson. Saya berharap isi wawancara saya dapat meng-encourage semua orang terutama pada masa pandemi ini, di mana semua orang merasa depresi dan stres, mungkin sedikit pessimistic," kata Susi, dikutip dari siaran resmi Mola TV.

Mola Living Live akan rutin tayang sekali setiap bulan. Setelah Mike Tyson, edisi Mola Living Live di bulan November dan Desember akan menghadirkan dua bintang Hollywood, yakni Sharon Stone dan Sylvester Stallone.

Untuk menonton acara diskusi dan mengikuti tanya-jawab di Mola Living Live.

Baca juga artikel terkait MOLA TV atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight