Penertiban Bangunan Liar Kalijodo Berlangsung Kondusif

Oleh: Maya Saputri - 14 Juni 2017
Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi mengatakan penertiban yang berlangsung di kolong tol kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Rabu, berlangsung kondusif.
tirto.id - Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi mengatakan penertiban yang berlangsung di kolong tol kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Rabu, berlangsung kondusif.

"Penertiban hari ini berjalan kondusif. Pembongkaran bangunan liar dimulai pukul 07.30 WIB dan rampung dalam waktu kurang dari empat jam," kata Wahyu di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Dalam penertiban tersebut, menurut dia, tidak ada perlawanan dari warga pemilik bangunan. Bahkan, sebagian warga membongkar sendiri bangunan miliknya.

"Dua minggu sebelum penertiban ini, sebelumnya sudah dilakukan upaya-upaya persuasif oleh personel keamanan. Sehingga, bisa tercipta suasana kondusif dalam penertiban hari ini," ujar Wahyu.

Dia menuturkan sebanyak 1.600 personel gabungan, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta beserta kepolisian dikerahkan untuk melaksanakan penertiban pada hari ini.

"Satpol PP bersama dengan segenap jajaran Polres Metro Jakarta Utara mendatangi warga secara langsung, kemudian meminta mereka untuk mengosongkan bangunannya," tutur Wahyu.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan penertiban tersebut dilakukan dengan mengacu pada amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Penertiban itu kami lakukan karena bangunan-bangunan yang berdiri disini tergolong bangunan liar. Ini merupakan lahan milik pemerintah. Bangunan-bangunan itu juga mengganggu ketertiban umum," ungkap Wahyu, seperti diberitakan Antara.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jupan Royter mengungkapkan, harusnya penggusuran dilakukan kemarin. Namun terpaksa harus ditunda karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) lakukan pembagian 200 paket sembako di Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Seharusnya tadi pagi. Tapi karena ada acara RI 1 di Penjaringan, jadi enggak jadi," kata Jupan saat berbincang dengan reporter Tirto, Selasa (13/6/2017).

Kepada reporter Tirto, Camat Penjaringan, Muhammad Andri sempat menjelaskan, hingga saat ini ada lahan sepanjang 800 meter dan lebarnya sekitar 60 meter, ditempati warga dengan bangunan semi permanen.

Di kolong tol tersebut terdapat 16 bangunan yang dipergunakan untuk kafe. Sebagian kafe tersebut masih dalam proses pembangunan. Selain minuman keras, kafe difasilitasi perempuan penghibur.



Baca juga artikel terkait PENERTIBAN KALIJODO atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri
DarkLight