Penerimaan Pajak Korporasi Sepanjang Januari 2020 Negatif 29,34%

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 19 Februari 2020
PPh Badan mengalami kontraksi atau minus 29,34 persen.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat sejumlah penerimaan pajak dari badan usaha mengalami penurunan signifikan.

Ia bilang penurunan ini terjadi sebagai kelanjutan dari perlambatan ekonomi di 2019. Di sisi lain sejumlah dampak virus corona juga dinilai mulai terasa sejak pertengahan Januari 2020.

PPh Badan, misalnya, tercatat mengalami kontraksi atau minus 29,34 persen padahal sempat tumbuh 60,70 persen di Januari 2019 secara year on year (yoy). Hingga akhir Januari, PPh Badan baru terkumpul Rp6,92 triliun.

Sementara itu penerimaan PPh 21 atau pajak karyawan cuma terkumpul Rp15,28 triliun. Pertumbuhannya tercatat hanya 0,89 persen atau mengalami perlambatan dibanding Januari 2019 yang mencapai 15,38 persen. .

“2019 kelihatan korporasi mengalami tekanan jadi mereka mengoreksi penerimaan. Ini perlu kita waspadai sampai April 2020,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (19/2/2020).

Tekanan terhadap dunia usaha juga terlihat dari anjloknya penerimaan PPh 22 impor. Hingga akhir bulan lalu, realisasi pajak jenis tersebut justru minus 7,43 persen dibanding Januari 2019 yang tumbuh 13,95 persen. Sepanjang Januari, PPh 22 hanya berhasil terkumpul Rp4,30 triliun.

Secara sektoral, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor mengalami pertumbuhan negatif alias minus 11,65 persen. Padahal, pada Januari 2019, pajak tersebut masih tumbuh 6,30 persen. PPN impor yang berhasil terkumpul hingga akhir Januari lalu hanya sebesar Rp12,3 triliun.

Meski demikian, kata Sri Mulyani, PPN Dalam Negeri masih mampu tumbuh 15,62 persen atau jauh lebih baik dibandingkan Januari tahun lalu yang minus 19,22 persen. PPN DN yang berhasil masuk kantong Dirjen Pajak hingga akhir Januari lalu sebesar Rp17,39 triliun.


Baca juga artikel terkait PAJAK atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana
DarkLight