Pendapatan Negara Bukan Pajak 2017 Naik Signifikan 118,5 Persen

Oleh: Shintaloka Pradita Sicca - 3 Januari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Pencapaian PNBP ini didukung kenaikan pendapatan SDA, pendapatan bagian laba (dividen) BUMN, adanya perbaikan pelayanan dan pemanfaatan teknologi informasi.
tirto.id - Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2017 meningkat signifikan yaitu mencapai Rp308,4 triliun atau 118,5 persen dari target APBNP sebesar Rp260,2 triliun. Angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 17,7 persen dari capaian 2016 sebesar Rp262 triliun.

Pencapaian PNBP ini disebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, didukung oleh kenaikan pendapatan sumber daya alam, pendapatan bagian laba (dividen) BUMN, adanya perbaikan pelayanan dan pemanfaatan teknologi informasi, serta pendapatan BLU yang meningkat.

Realisasi pendapatan SDA mencapai Rp111 triliun, yang terdiri dari SDA migas Rp82,4 triliun atau mencapai 114 persen dari APBNP sebesar Rp72,2 triliun. Non-migas Rp28,6 triliun atau mencapai 122 persen dari APBNP sebesar Rp23,4 triliun. Pertumbuhan pendapatan SDA dicatat sebesar 71 persen.

“Kenaikan pendapatan SDA dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas ICP [Indonesia Crude Price] dan batu bara. PNBP SDA meningkat menunjukkan adanya perbaikan kondisi di 2017,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani di kantornya, Selasa (2/1/2018).

Pada 2016, pendapat SDA mengalami pertumbuhan minus 35,7 persen dan realisasinya hanya mencapai Rp64,9 triliun, kurang dari target APBNP 2016 yang sebesar Rp90,5 triliun atau hanya mencapai 71,7 persen.

Komponen kedua peningkatan PNBP ini adalah dividen BUMN, yang mencapai realisasi Rp43,9 triliun atau 107,1 persen capaiannya dari APBNP sebesar Rp41 triliun. Dibandingkan pada 2016 dividen BUMN ini mengalami pertumbuhan sebesar 18,2 persen dari realisasi 2016 sebesar Rp37,1 triliun.

“Pendapatan dari bagian laba BUMN meningkat dan tertinggi sejak 2012,” ungkap Sri.

Selanjutnya, dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), yang menunjukkan realisasi sebesar Rp44,7 triliun atau 116 persen dari APBNP sebesar Rp38,5 triliun.

Realisasi pendapatan BLU ini lebih tinggi dari pada pada periode 2016 yang capaiannya sebesar Rp41,9 triliun atau 115,6 persen dari APBNP Rp36,3 triliun. Namun, tercatat pertumbuhan pendapatan BLU ini menurun dari 18,8 persen di 2016 menjadi 6,6 persen di 2017.

Sementara itu, untuk komponen PNBP lainnya, tercatat realisasi capaiannya sebesar Rp108,8 triliun atau 127,9 persen dari APBNP sebesar Rp85,1 triliun.

Realisasi 2017 ini lebih rendah dibandingkan capaian pada 2016 yang sebesar Rp118 triliun atau 140,3 persen dari APBNP sebesar Rp84,1 triliun. Dengan begitu, pertumbuhannya mengalami minus 7,8 persen.

Baca juga artikel terkait PENDAPATAN NEGARA atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Yuliana Ratnasari