Pencarian Google Diklaim Dapat Prediksi Overdosis Heroin

Oleh: Yulaika Ramadhani - 11 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
“Makalah ini menyoroti perlunya pendekatan baru yang inovatif untuk menganalisis data yang terkait dengan epidemi opioid.”
tirto.id - Sekitar 115 orang di seluruh dunia meninggal setiap harinya akibat overdosis opioid, menurut National Institute on Drug Abuse, Amerika Serikat. Kurangnya data terkait pecandu yang bisa diakses dengan tepat memperburuk situasi ini dan memperlambat penanganan pemerintah untuk melakukan rehabilitasi serta pengobatan.

Sementara itu, di Indonesia sendiri, penanganan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan gelap melalui jalan rehabilitasi masih belum baik.

"Sampai pada saat ini belum jelas indikator keberhasilan rehabilitasi itu apa. Kalau indikator keberhasilan rehabilitasi itu adalah berhenti dari penggunaan, maka seharusnya tiap tahun ada evaluasi dong berapa pasien yang bisa berhenti dari penggunaan rehabilitasi. Sampai saat ini kan enggak ada data yang keluar," ujar Koordinator Advokasi Rumah Cemara, Subhan Panjaitan di Jakarta pada Selasa (26/6/2018).

Menjawab hal ini, kini pencarian internet melalui google diklaim telah menyediakan sumber data untuk memprediksi cluster overdosis di kota-kota atau bahkan lingkungan tertentu dengan metode statistik tertentu.

Hal ini disampaikan Rod McCullom dalam tulisannya di Scientific American. Menurutnya, informasi dan data di mesin pencari google ini dapat membantu intervensi lokal yang dapat sewaktu-waktu dipakai untuk menyelamatkan nyawa orang yang overdosis opioid atau heroin.

Cara kerjanya adalah 'terduga' overdosis disimpulkan dari sejumlah orang yang mencari informasi tentang heroin dan opioid melalui google.

Untuk menguji ini, seorang peneliti di Universitas California Institute for Prediction Technology (UCIPT) dan rekan-rekannya mengembangkan beberapa model statistik untuk meramalkan overdosis berdasarkan kata kunci terkait opioid, ketimpangan pendapatan, dan jumlah total kunjungan ruang gawat darurat di setiap rumah sakit.

Mereka menemukan perbedaan regional (grafik) di mana dan bagaimana orang mencari informasi tersebut dan menemukan korelasi antara data overdosis dengan jumlah pencarian yang lebih besar per kata kunci.

Peneliti menyebut terdapat 72 persen hubungan antara pencarian google terhadap kata kunci heroin atau opioid dengan kunjungan rumah sakit. Penelitian ini telah diterbitkan dalam edisi September2018, di Drug and Alcohol Dependence.

Jeanine Buchanich, seorang ahli biostatistik di University of Pittsburgh, yang tidak terlibat dalam studi ini, mengatakan, “makalah ini menyoroti perlunya pendekatan baru yang inovatif untuk menganalisis data yang terkait dengan epidemi opioid.”




Baca juga artikel terkait OVERDOSIS atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani