Pemprov DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Antasari

Oleh: Hendra Friana - 20 September 2017
Dibaca Normal 1 menit
Kepala Dinas Pehubungan DKI Jakarta menyatakan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan di beberapa titik dan disesuaikan dengan tahap pembangunan Simpanan Susun Antasari.
tirto.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik jalan menuju dan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sehubungan dengan pembangunan Tol Depok-Antasari, yang telah memasuki tahap konstruksi.

Kepala Dinas Pehubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, rekayasa akan dilakukan di beberapa titik dan disesuaikan dengan tahap pembangunan Simpanan Susun Antasari tersebut.

"Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan," kata Andri Yansyah, melalui keterangan pers yang diterima Tirto, Rabu (20/9/2017).

Tanggal 23 September, Jl. P. Antasari sisi Timur yang mengarah ke Lebak Bulus akan ditutup untuk pekerjaan tiang jembatan baru sisi Utara. Lalu lintas yang semula melalui kolong di bawah jalan tol JORR dialihkan ke kiri melalui detour sisi Timur berputar di Simpang Cilandak.

Di waktu yang sama, sisi Barat yang mengarah ke Blok M juga akan ditimbun sebagai jalan detour atau pengalihan di saat jembatan sisi Utara yang mengarah ke Kampung Rambutan dibongkar. Sebagai gantinya, lalu lintas dari Lebak Bulus menuju Jl. P. Antasari dialihkan melalui detour sisi Barat di depan Alamanda Tower dari jalan eksisiting.

Selain Jalan P. Antasari, lalu lintas dari Kampung Rambutan menuju Lebak Bulus yang semula menggunakan jembatan eksisting akan dialihkan melalui jembatan baru sisi Selatan mulai 5 Oktober 2017. Hal ini dikarenakan jembatan eksisiting sisi Selatan yang mengarah ke Lebak Bulus dibongkar karena pekerjaan gerbang tol.

Kendati demikian, lalu lintas dari Kampung Rambutan yang akan kembali ke Kampung Rambutan masih dapat melewati putar balik Timur-Timur di bawah jalan tol JORR.

"Jembatan pengganti di sisi Selatan jembatan eksisting dapat digunakan tanggal 24 September 2017," katanya.

Pada tanggal 10 Oktober, jembatan eksisiting sisi Utara yang mengarah ke Kampung Rambutan juga terkena pekerjaan gerbang tol dan karena itu harus dibongkar. Sementara, jembatan pengganti dibangun di sisi Utara dari jembatan yang ada saat ini.

Lalu lintas dari Lebak Bulus menuju Kampung Rambutan yang semula menggunakan jembatan eksisting sisi Utara dialihkan melalui detour depan Alamanda Tower.

"Belok kanan jalan detour-belok kiri di Jl. TB. Simatupang untuk menuju Kampung Rambutan, lalu belok kanan dibawah jalan tol JORR menuju Lebak Bulus," tambah Andri.

Andri mengatakan pekerjaan itu ditargetkan selesai pada bulan Desember 2017. "Setelah pekerjaan selesai, pengaturan arus lalu lintas kembali seperti semula," ujar Andri.

Baca juga artikel terkait PEMPROV DKI JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Yuliana Ratnasari