Pemerintah Targetkan Pengerjaan Tol Yogyakarta-Solo September 2020

Oleh: Andrian Pratama Taher - 29 Mei 2020
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah sudah mulai melelang proyek tol yang berlangsung dari Kulon Progo-Yogyakarta-Solo sepanjang 76 kilometer itu.
tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah sudah mulai melelang proyek tol yang berlangsung dari Kulon Progo-Yogyakarta-Solo sepanjang 76 kilometer itu.

"Tanggal 4 Juni nanti akan proses pemasukan penawarannya. Mudah-mudahan sekitar September-Oktober kalau bisa sudah mulai konstruksinya, dengan pembebasan lahan dulu," Kata Basuki usai rapat secara daring dengan Presiden Jokowi, Jumat (29/5/2020).

Basuki mengatakan, ada proyek lain yang akan dijalankan yakni proyek Cigatas kemudian akses Patimban, akses tol Bogor-Serpong, tol Sentul Selatan-Karawang Barat, Tol Pelabuhan Semarang, Tol Semarang-Balaraja, Tol Cikunir-Karawaci, Tol Cikunir-Ulujami, dan multi lane free flow.

Saat ini, Kementerian PUPR juga menyampaikan beberapa tol yang hingga Juni 2020 bisa diresmikan dalam waktu dekat, yaitu: Tol Banda Aceh-Sigli Seksi IV sepanjang 14 km, tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km sebagai bagian dari Trans Sumatra Toll Road.

Kemudian Manado-Kauditan sebagai bagian ruas Tol Manado-Bitung 21 km dan tol Balikpapan-Samarinda seksi I dan V sepanjang 33 km.

"Yang mungkin sampai akhir tahun Pettarani-Makassar yang baru saja kita selesaikan topping off-nya. Kemudian Cibitung Cilincing di JORR dan Kriyan-Legundi-Bunder Manyar di Jawa Timur. Itu yang siap diresmikan," kata Basuki.

Pembangunan tol Yogyakarta-Solo sempat hangat menjadi perbincangan. Sejumlah wilayah di Yogyakarta akan terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo, di antaranya Kecamatan Kalasan, Prambanan, Depok, Ngaglik, Mlati, Gamping.

Sementara, desa yang terdampak tol Yogyakarta-Solo ada 14 desa yakni Desa Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani, Purwomartani, Bokoharjo, Maguwoharjo, Condongcatur dan Caturtunggal, Sariharjo, Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi dan Trihanggo.

Selain itu pembangunan tol sempat menjadi masalah. Sebab, desain tol Yogyakarta-Solo yang melewati perempatan Monumen Yogya Kembali (Monjali), Sleman diubah dari konsep elevated ke konsep at garde.


Baca juga artikel terkait PROYEK JALAN TOL atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight