Menuju konten utama

Pemerintah Minta Perusahaan Swasta Bantu Atasi Masalah Sampah

Kemendikbud mengapresiasi langkah Danone Aqua mengeluarkan air minum kemasan yang baru saja meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah untuk guru dan siswa sekolah dasar.

Pemerintah Minta Perusahaan Swasta Bantu Atasi Masalah Sampah
Nelayan tradisional melaut di sekitar pantai yang dipenuhi sampah plastik di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (2/9/2019). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww.

tirto.id - Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Khamim, mengapresiasi langkah Danone Aqua, perusahaan air minum kemasan yang baru saja meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah untuk guru dan siswa sekolah dasar. Buku panduan berjudul "Sampahku, Tanggung Jawabku" yang disusun Danone Aqua bersama Kemendikbud, Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Universitas Indonesia, dan Yayasan Lentera Anak ini bakal disebar dan disosialisasikan ke 75 sampel sekolah yang tersebar di 20 Provinsi di Indonesia.

"Tentu ini langkah positif. Ketika kami ditawari membantu penyusunan panduan ini, kami jelas tidak mungkin menolak. Saya dari Kemendibud mewakili mas menteri [Nadiem Makarim] berharap panduan ini bisa punya dampak besar. Targetnya, ke depan justru anak-anaklah yang akan mengingatkan generasi orang tuanya kalau buang sampah sembarangan," ujarnya di kawasan Rasuna, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019) siang.

Khamim berharap, sikap Danone Aqua bisa dicontoh perusahaan-perusahaan swasta lain di Indonesia. "Karena budaya mengurangi dampak buruk sampah ini memang harus dimulai sejak dini. Sesuai dengan Inpres nomor 12 tahun 2016," sambungnya.

Imbauan yang sama juga disuarakan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agus Kuswandono.

Peran swasta, menurur Kuswandono, juga tidak mesti membuat program besar-besaran sebagaimana yang dilakukan Danone. "Bisa dimulai dari langkah sederhana. Misalnya mereka mengolah sampah hasil industri mereka agar tak mengotori laut. Yang namanya sampah itu pasti akan ada, tantangannya adalah bagaimana kita terus menekan dan mengurangi dampak buruknya, termasuk terhadap laut," timpalnya.

Dalam acara peluncuran, Danone Aqua sendiri mengundang 150 orang guru SD dari 20 Provinsi di Indonesia untuk menerima latihan dan simulasi secara langsung. Mereka didatangkan berkumpul di Jakarta sejak Minggu (24/11/2019) lalu.

“Terima kasih kepada Kemenkomarves, Kemendikbud, UI, dan Yayasan Lentera Anak yang telah berkolaborasi dengan kami dalam mempersiapkan dan meluncurkan buku panduan ini. Kami harap masukan kami selama proses pengembangan buku ini dapat memberikan dampak positif pada masa yang akan datang," ujar Presiden Direktur Danone Aqua, Corine Tap yang hadir langsung mendampingi acara peluncuran buku.

Universitas Indonesia terlibat dalam mengembangkan materi pengayaan untuk guru, sementara Yayasan Lentera Anak terlibat dalam mengembangkan materi pembelajaran ramah anak. Gabungan materi komprehensif yang dihasilkan keduanya diharapkan dapat mendorong lebih banyak siswa sekolah dasar untuk menerapkan kebiasaan 3R dan berkontribusi dalam upaya menjadikan Indonesia lebih bersih.

Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari menjelaskan bahwa buku panduan ini disusun sedemikian mungkin agar mudah dipraktikkan oleh anak-anak. "Isinya bukan cuma teori dan teks, tapi juga disertai gambar-gambar yang merangsang ketertarikan para siswa," tandasnya.

Baca juga artikel terkait SAMPAH PLASTIK atau tulisan lainnya dari Herdanang Ahmad Fauzan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Widia Primastika