Dampak Pandemi COVID-19

Pemerintah Dorong Masyarakat Belanjakan Uangnya daripada Ditabung

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 12 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah tengah berusaha agar masyarakat mau membelanjakan uangnya demi memperbaiki perekonomian yang sedang terdampak pandemi COVID-19 saat ini.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jumlah deposito di atas Rp200 juta mengalami tren peningkatan di tengah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) COVID-19.

Meski begitu pemerintah menyayangkan peningkatan deposito ini berimplikasi pada sejumlah besar uang yang tidak dibelanjakan. Untuk itulah, pemerintah kata Airlangga tengah berusaha agar masyarakat mau membelanjakan uangnya demi memperbaiki perekonomian yang sedang terdampak pandemi COVID-19.

“Dari data yang ada segi demand side dan punya deposito di atas Rp200 juta meningkatkan depositonya tapi tidak belanjakan. Pemerintah sedang dorong berikan stimulan agar masyarakat mulai belanjakan,” ucap Airlangga dalam pembukaan virtual rapat kerja dan konsultasi APINDO, Rabu (12/8/2020).

Sejalan dengan pernyataan Airlangga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi itu. Per Juni 2020, pertumbuhan deposito mencapai 4,77 persen. Angka ini terus meningkat sejak April 2020 yang di kisaran 3 persen.

OJK bahkan mencatat deposito menopang kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Juni 2020. Per Juni 2020 DPK tumbuh 7,95 persen yoy yang turun dari Mei 2020 8,07 persen.

Jika dilihat lebih teliti, peningkatan DPK terbesar terjadi pada Bank Buku 4 atau bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun. Pertumbuhan di Juni 2020 mencapai 11,9 persen.

Sementara itu Bank Buku 3 (bank dengan modal inti Rp5-30 triliun) justru mencatat tren menurun dengan hanya tumbuh 2,11 persen di Juni 2020 dari sebelumnya lebih dari 5 persen di Maret 2020. Bank Buku 2 dan 1 juga mencatat perlambatan serupa.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2020 memang mencatatkan ada kenaikan simpanan di atas Rp200 juta-Rp500 juta. Dari hanya Rp539 triliun di Mei 2020 menjadi Rp545,25 triliun di Juni 2020.

Kenaikan juga terjadi pada simpanan dengan kelas lainnya. Di atas Rp500 juta sampai Rp1 miliar naik dari Rp461 triliun menjadi Rp466 triliun.

Di atas Rp1 miliar sampai Rp2 miliar naik dari Rp391 triliun menjadi Rp400 triliun. Kenaikan lumayan besar juga dialami simpanan di atas Rp5 miliar. Dari Rp2.157 triliun di Mei 2020 menjadi Rp2.237 triliun di Juni 2020.


Baca juga artikel terkait DAMPAK EKONOMI VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Bayu Septianto
DarkLight