Pemerintah Diminta Usut Kasus Lelang Keperawanan Gadis Indonesia

Oleh: Yulaika Ramadhani - 26 Februari 2019
Pemerintah diminta segera mengusut dan mencegah terulangnya kasus lelang keperawanan gadis Indonesia melalui agen Cinderella Escorts, Jerman.
tirto.id - Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari) meminta pemerintah segera mengusut dan mencegah terulangnya kasus lelang keperawanan gadis Indonesia melalui agen Cinderella Escorts, Jerman.

Hal ini disebutkan oleh Penasehat Organisasi Rupari, Risdayati di Pekanbaru, Riau, Senin (25/2/2019). Pernyataan ini disampaikan Rupari terkait kasus seorang gadis 21 tahun yang mengaku dari Makassar, Indonesia, bernama Fela dilelang oleh agen Cinderella Escorts bermarkas di Jerman, berhasil terjual senilai 1,2 juta Euro (Rp19 miliar) oleh Politisi Jepang.

"Tindakan pemerintah dibutuhkan agar jangan sampai meluas dan ditiru oleh gadis Indonesia lainnya," katanya.

Risdayati menyebut nilai Rp19 miliar tersebut tidak Fella saja yang menikmatinya, justru ada pihak-pihak lain yang ia sebut mengeksploitasi gadis penjual keperawanan tersebut.

"Terlepas dari apapun, kasus tersebut mencerminkan ketidakmampuan negara melindungi masyarakatnya terutama perempuan," kata mantan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Riau itu.

Lelang keperawanan seperti ini, katanya lagi, merupakan ajang prostitusi terbuka dan pelaku menjadi sangat rentan menjadi korban perdagangan manusia, sehingga masyarakat dan orang tua diharapkan waspada dan melindungi anak-anaknya dari prostitusi dan eksploitasi seksual jenis ini.

Terkait kasus ini, Risdayati mengaku sudah menyampaikan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan pemerintah masih melacak alamat Fella untuk dikonfirmasi.

Kasus seperti Fella, tuturnya, ternyata sudah menjadi tren dalam setahun ini di sana, dan Fella sudah masuk pada high class dan menjadi modus baru trafficking.

"Kasus lelang ini merupakan penghinaan bagi kaum perempuan karena seolah-olah melegalkan zina, apalagi sampai dilelang," katanya.



Baca juga artikel terkait KEPERAWANAN atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight