Pemerintah Diminta Pertimbangkan Karantina Wilayah di Zona Merah

Oleh: Alfian Putra Abdi - 21 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kasus harian COVID-19 di Indonesia terus melonjak dalam beberapa pekan terakhir.
tirto.id - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University Australia, Dicky Budiman memprediksi pandemi COVID-19 Indonesia bisa seperti India. Ia beralasan kasus harian terus melonjak dan pelaporan data yang belum mumpuni.

Menurutnya pemerintah mesti ambil langkah cepat dan tepat. "Kita harus segera menyiapkan opsi darurat dalam bentuk PSBB atau karantina wilayah," ujar Dicky kepada reporter Tirto, Senin (21/6/2021).

Meski demikian, Dicky menyarankan pemerintah memerhatikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan, terutama di daerah yang infrastruktur kesehatannya belum optimal. Salah satu yang perlu diperhatikan yakni keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) dengan mengikuti standar WHO yakni 60 persen.

"Bicara faskes tidak melulu COVID-19. Ada masalah dan potensi persoalan kesehatan lainnya yang perlu dipikirkan," ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati setuju dengan usulan Dicky. Penerapan PSBB atau karantina wilayah mesti diutamakan pada wilayah-wilayah dengan status penyebaran covid-19 zona merah.

"Kita punya istilah dan peraturan tentang situasi saat wabah penyakit. Semua tertuang dalam UU Kekarantinaan Kesehatan. Tinggal dilaksanakan," ujarnya kepada reporter Tirto, Senin.

Namun Politikus PKS tersebut menyarankan pemerintah untuk meningkatkan tes, penelusuran, perawatan COVID-19, obat, dan perlindungan bagi tenaga kesehatan.

"Hal lainnya yang harus diperhatikan. Keterpenuhan kebutuhan pokok masyarakat pencegahan penurunan ekonomi rakyat," tukasnya.

Kasus harian COVID-19 di Indonesia terus melonjak setiap harinya. Pada Minggu (20/6/2021), Satgas Penanganan COVID-19 mencatat kasus positif Corona baru sebanyak 13.737, sehingga total kumulatif di Indonesia mencapai 1.989.909 kasus.

Kemudian pasien yang meninggal pada hari ini bertambah sebanyak 371 jiwa, total keseluruhan 54.662 orang. Jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 6.385 orang dengan total 1.792.528 orang.



Baca juga artikel terkait KARANTINA WILAYAH atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight