Pemerintah Berikan Santunan Kematian Rp16,2 Miliar untuk 54 Nakes

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 10 Agustus 2020
Realisasi santunan kematian untuk 54 tenaga kesehatan per 7 Agustus 2020 mencapai Rp16,2 miliar.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan santunan kematian telah diberikan kepada mereka yang mewakili 54 nakes yang meninggal dunia dalam bertugas menangani COVID-19. Ia bilang realisasi ini merupakan data per 7 Agustus 2020 dan telah disalurkan senilai Rp16,2 miliar.

Angka realisasi ini naik dari 1 bulan sebelumnya. Per 8 Juli 2020 insentif santunan kematian sudah dicairkan bagi 32 nakes.

“54 nakes meninggal, santunan sudah diberikan,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin (10/8/2020).

Sementara itu, realisasi insentif kesehatan pusat dan daerah baru mencapai Rp1,8 triliun. Realisasi anggaran bagi gugus tugas telah mencapai Rp3,2 triliun. Sri Mulyani mengatakan realisasi anggaran gugus tugas sudah mencapai hampir 100 persen dari pagu yang mereka miliki. Sisanya Rp2,1 triliun sudah disalurkan sebagai insentif bea masuk dan PPn kesehatan.

Secara keseluruhan realisasi anggaran kesehatan dalam biaya penanganan COVID-19 baru mencapai Rp7,14 triliun atau 8,4 persen dari pagu Rp87,55 triliun. Nilai ini naik tipis 7,74 persen per 22 Juli 2020.

Sri Mulyani mengatakan beberapa waktu lalu penyaluran anggaran kesehatan memang terkendala oleh serangkaian kendala birokrasi dan verifiaksi. Namun belakangan hal itu sudah diatasi dengan penyederhanaan tetapi tetap memperhatikan prinsip moral hazard.

Ia bilang selanjutnya pemerintah akan menyisir lebih lanjut anggaran kesehatan mana saja yang memang realisasinya sulit dilakukan. Bila sudah ditemukan, porsi anggaran itu akan dialihkan dengan program penyaluran yang telah didesain ulang.

“Sekarang sedang dilakukan koordinasi kementerian terkait, kemenkes dan gugus tugas,” ucap Sri Mulyani.



Baca juga artikel terkait NAKES atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Reja Hidayat
DarkLight