Pemerintah Belum Ada Sikap Baru Merespons Kenaikan Kasus COVID-19

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 25 Jul 2022 17:15 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Moeldoko menyebut pemerintah belum memutuskan adanya pengetatan aktivitas masyarakat merespons kenaikan kasus COVID-19.
tirto.id - Kepala Staf Presiden Moeldoko mengaku pemerintah belum mengambil perubahan sikap dalam penanganan kasus COVID-19.

Saat ditemui di Jakarta, Senin (25/7/2022), Moeldoko mengakui bahwa pemerintah menyadari adanya kenaikan kasus. Akan tetapi, pemerintah belum ada pengambilan langkah setelah terjadi lonjakan kasus.

"Belum ada sikap ke sana, tetapi saya sudah diskusi dengan Menteri Kesehatan tentang persoalan ini," kata Moeldoko, Senin.

Moeldoko mengaku ia sudah berbicara soal langkah-langkah penanganan COVID setelah kasus melonjak, apalagi berkat kehadiran varian-varian baru. Namun, pemerintah belum ada rencana mengubah ketentuan penanganan COVID seperti pengetatan aktivitas.

"Saya sudah bicara bagaimana langkah-langkah kesiapannya ke depan, tapi prinsipnya belum menuju pada pemberlakuan yang seperti yang lalu," kata Moeldoko.

Angka kasus COVID-19 Indonesia memang tengah mengalami kenaikan signifikan. Angka kasus mulai menyentuh di angka 4000-an. Berdasarkan data Minggu (24/7/2022), Satgas mencatat ada kenaikan 4.071 kasus baru atau lebih rendah daripada kemarin, Sabtu (23/7/2022) yang mencapai 4.943. Kini, total kasus COVID-19 dari 2 Maret 2020 hingga hari ini mencapai 6.168.342.

Berdasarkan data pemerintah di hari Minggu (24/7/2022), Jakarta masih di peringkat pertama dengan jumlah kasus konfirmasi per 24 Juli 2022 dengan angka 2.151 kasus. Setelah Jakarta, ada Jawa Barat (660 kasus), Banten (469 kasus), Jawa Timur (272 kasus) dan Bali (149 kasus). Beberapa provinsi tercatat tidak ada penambahan kasus baru antara lain Aceh, Jambi, Bengkulu, NTB, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.




Baca juga artikel terkait LONJAKAN KASUS COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight