Pemerintah Baru Bayar Utang Kompensasi 2018-2019 ke PLN Rp7,7 T

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 11 Agustus 2020
Kompensasi tarif listrik tahun 2018 sebesar Rp 23,17 triliun dan kompensasi di tahun 2019 sebesar Rp 22,25 triliun.
tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan utang kompensasi pemerintah kepada PT PLN sudah terealisasi Rp7,7 triliun. Utang ini merupakan uang yang harus dibayarkan pemerintah ke PLN sebagai kompensasi lantaran PLN tidak melakukan penyesuaian tarif selama 2018-2019 sesuai fluktuasi harga komoditas.

“Jumlahnya Rp45 triliun menurut info kemarin sudah mulai dibayarkan pemerintah Rp7,7 triliun yang dibayarkan ke PLN. Sedikit banyak lebih menyehatkan PLN,” ucap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/8/2020).

Rida mengatakan nilai kompensasi yang dibayarkan ini sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah pun membayarkan sesuai nilai yang sudah dicatat oleh BPK.

Rida mengatakan di tengah pandemi COVID-19, keuangan PLN tetap diperhatikan. Belum lagi pemerintah belum lama ini memberikan sederet stimulus berupa keringanan tagihan listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA subsidi rumah tangga, 450 VA industri dan UMKM.

“Dalam hal pemerintah menyusun melaksanakan kebijakan termasuk berupa bantuan. pada saatnya kami memperhitungkan cashflow PLN,” ucap Rida.

Pada Kamis (25/6/2020) lalu Direktur Utama PLN Zukifli Zaini mengatakan utang pemerintah ke PLN terbagi menjadi dua jenis. kompensasi tarif listrik tahun 2018 sebesar Rp 23,17 triliun dan kompensasi di tahun 2019 sebesar Rp 22,25 triliun.

Keduanya memiliki status belum dibayar atau masih utang. Bila ditotal sejak 2017, piutang PLN dari pemerintah atas kompensasi tarif listrik itu mencapai Rp 52,28 triliun.

Dalam laporan keuangan PLN semester I-2020, yang dipublikasikan Rabu (29/7/2020), perusahaan setrum itu mencatat laba bersih Rp273,059 miliar. Nilai itu anjlok hingga 96,3% dibandingkan laba bersih pada semester I-2019 yang mencapai Rp7,350 triliun.

Anjloknya laba bersih PLN terutama disebabkan karena rugi kurs yang mencapai Rp7,797 triliun pada semester I-2020. Kerugian kurs juga sempat dialami PLN pada periode sebelumnya dengan kisaran Rp5,307 triliun.


Baca juga artikel terkait UTANG PEMERINTAH KE BUMN atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight