Pementasan Teater I La Galigo

Pertunjukan teater I La Galigo di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu, (3/2019). tirto.id/Andrey Gromico
I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari ‘Sureq Galigo’. tirto.id/Andrey Gromico
Karya musik-teater I La Galigo ini bercerita melalui tarian, gerak tubuh, soundscape. tirto.id/Andrey Gromico
Karya musik-teater I La Galigo ini bercerita melalui tarian, gerak tubuh, soundscape. tirto.id/Andrey Gromico
‘Sureq Galigo’ menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan, peperangan, kisah cinta terlarang, pernikahan yang rumit, dan pengkhianatan.. tirto.id/Andrey Gromico
‘Sureq Galigo’ menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan, peperangan, kisah cinta terlarang, pernikahan yang rumit, dan pengkhianatan.. tirto.id/Andrey Gromico
Untuk menciptakan ekspresi yang lebih dramatis, sebanyak 70 instrumen musik, mulai dari instrumen tradisional Sulawesi, Jawa, dan Bali akan dimainkan 12 musisi untuk mengiringi pertunjukan ini. tirto.id/Andrey Gromico
Pertunjukan teater I La Galigo di gelar Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu, (3/2019).
3 Juli 2019
Pertunjukan teater I La Galigo di gelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu, (3/2019). Teater yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, Yayasan Bali Purnati bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur berlangsung pada 3, 5, 6, dan 7 Juli 2019. I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari ‘Sureq Galigo’. ‘Sureq Galigo’ adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15) yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah, dan kemudian dituliskan dalam bentuk syair menggunakan bahasa Bugis dan huruf Bugis kuno.

Dalam adaptasi naskah panggung ini, ‘Sureq Galigo’ menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan, peperangan, kisah cinta terlarang, pernikahan yang rumit, dan pengkhianatan. Elemen-elemen ini dirangkai menjadi cerita besar yang begitu menarik, dinamis, dan ternyata masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern
zaman sekarang. Karya musik-teater I La Galigo ini bercerita melalui tarian, gerak tubuh, soundscape dan penataan musik gubahan oleh Rahayu Supanggah dan sutradara teater kontemporer Robert Wilson. tirto.id/Andrey Gromico

DarkLight