Pembina Persija: Gede Mundur karena Ada yang "Tidak Profesional"

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 8 Februari 2019
Pembina Persija mengakui ada yang "tidak profesional" dalam manajemen Macan Kemayoran.
tirto.id - Pembina klub Persija Jakarta sekaligus Menteri PANRB, Syafruddin memberi tanggapan terhadap pengunduran diri dua direksi Persija, Gede Widiade dan Muhammad Rafil. Ia menyebut bahwa Gede dan Rafil mundur secara profesional.

"Mereka pamit kepada saya mundur secara profesional, saya sebagai pembina menghargai," ujar Syafruddin saat ditemui pewarta di Kantor Kementerian PANRB pada Jumat (8/2/2019)

Syafruddin tidak menampik jika Gede dan Rafil merasa ada pengelola lain yang dinilai tidak profesional. Namun, ia enggan menyebut sosok yang dimaksud.

"Bahwa di dunia persepakbolaan sekarang ini, ada gap-gap terjadi. Silakan Anda tanggapi sendiri itu. Saya tidak tahu persis. Saya tidak mau menanggapi terlalu banyak. Saya hanya dipamiti bahwa ada hal-hal yang [mereka anggap] tidak profesional," imbuh Syafruddin.

Gede Widiade dan Muhammad Rafil mengumumkan pengunduran dirinya dalam konferensi pers di kantor lama Persija yang terletak di Duren Tiga, Rabu (6/2/2019) lalu. Namun, keduanya tak menyebut alasan ketidakprofesionalan pihak lain.

Gede yang sebelumnya menjabat Direktur Umum dan Rafil sebagai COO mundur karena merasa sudah menyelesaikan jabatan yang dibebankan oleh pemegang saham.

Selain itu, penyebab lain Gede dan Rafil mundur adalah langkah pemegang saham memilih direksi baru untuk menggantikan keduanya. Pemilihan baru ini membuat Gede dan Rafil merasa sudah tak dibutuhkan. Bahkan, keduanya tidak dilibatkan dalam pemindahan kantor Persija ke Kuningan.

"Jadi, secara formal memang kami tidak diajak bicara untuk pindahan kantor. Pemindahan dokumen-dokumen semua kami juga tidak dilibatkan, tidak diberi tahu," ungkap Gede.





Baca juga artikel terkait PERSIJA JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Agung DH