Pembiayaan Anggaran Lewat Utang Ditargetkan Rp351,9 Triliun di 2020

Oleh: Hendra Friana - 16 Agustus 2019
Sri Mulyani mengklaim pemerintah bakal tetap mengutamakan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif.
tirto.id - Pemerintah Jokowi-JK menganggarkan penarikan utang baru di tahun 2020 sebesar Rp351,9 triliun. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan proyeksi di tahun ini yang sebesar Rp 373,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, arah kebijakan pembiayaan utang akan lebih hati-hati dengan mempertahankan utang dalam batas aman berkisar 29,4 sampai 30 persen terhadap PDB.

"Utang dijaga dalam batas aman berkisar 29,4 sampai 30 persen terhadap PDB untuk mendukung kesinambungan fiskal," ujar Sri Mulyani di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat (16/8).

Pemerintah juga bakal menjaga keseimbangan makro dengan menjaga komposisi utang domestik dan valas dalam batas terkendali serta pendalaman pasar keuangan.

Di sisi lain, pemerintah bakal tetap mengutamakan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif. Sementara itu, strategi pembiayaan utang dilakukan dengan meningkatkan efisiensi biaya utang.

Selanjutnya, dengan mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam pasar obligasi serta melakukan pengelolaan utang secara aktif melalui manajeman kewajiban dan aset. Terakhir, pemerintah juga akan mengelola pinjaman luar negeri secara selektif.

"APBN akan dijaga secara hati-hati sehat dan kredibel," pungkas mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.


Baca juga artikel terkait UTANG PEMERINTAH atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight