Pembayaran Proyek & Dana Talangan ke Waskita Capai Rp 36,7 Triliun

Oleh: Hendra Friana - 4 Januari 2019
Direktur Keuangan Waskita Karya, Haris Gunawan menyampaikan, pendapatan usaha Waskita karya akan tumbuh 10 persen, sementara laba bersih meningkat 8 persen.
tirto.id - PT Waskita Karya (Persero) TBK telah menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp 36,7 triliun sepanjang tahun 2018. Sementara pada September lalu laba bersih Waskita tercatat sudah mencapai Rp 4,3 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Karya, Haris Gunawan menyampaikan, pendapatan usaha Waskita karya akan tumbuh 10 persen, sementara laba bersih meningkat 8 persen.

"Ini belum bisa saya sebut angka karena masih dalam proses audit. Pasti akan naik, tapi enggak bisa sebut dulu," ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).

Secara rinci, peneriman atas proyek dan dana talangan Waskita pada 2018 berasal dari pembayaran proyek jalan Tol Batang-Semarang sebesar Rp 5,75 triliun, proyek LRT Palembang Rp 3,9 triliun, Tol Pasuruan-Purbollinggo Rp 2,1 triliun dan proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp 2 triliun.

Selain itu, ada pula proyek ruas Tol Terbanggi-Kayu Agung senilai Rp 1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp18,23 triliun, serta adanya pengembalian dana talangan sebesar Rp 2,8 triliun.

Tahun 2019, kata Haris, perseroan plat merah ini memiliki target pendapatan perusahaan sebesar Rp 54,13 triliun dengan target laba bersih Rp. 4,1 triliun.

Haris menambahkan, target laba bersih ini relatif stagnan bila dibandingkan tahun 2018 lantaran tahun depan proyek jalan tol yang dibangun oleh Waskita diperkirakan lebih sedikit.

"Tiga tahun sebelumnya Waskita karya lebih banyak di deliver proyek bisnis jalan tol. Sementara 2019 beberapa tol yang kita bangun itu jauh lebih sedikit dari yang kita bangun sebelumnya," imbuh Haris.



Baca juga artikel terkait PT WASKITA KARYA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Nur Hidayah Perwitasari