Pemasangan Kerangka Skybridge Tanah Abang Mulai Dilakukan

Oleh: Hendra Friana - 30 Agustus 2018
"15 Oktober 2018 sudah dapat digunakan."
tirto.id -
Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menyebut bahwa kerangka jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai terpasang.

Per tanggal 27 Agustus 2018 lalu, kata dia, pembangunannya sudah masuk ke tahap on site dan errection di mana material baja sudah dirangkai dan dipasang sesuai rancangan. Jika tak ada aral melintang, ia optimistis proyek penataan tanah Abang jangka menengah itu dapat dirampungkan tepat waktu.

"Mudah-mudahan sesuai dengan target, lah. Kami selesai, 15 Oktober 2018 sudah dapat digunakan," katanya saat dihubungi, Kamis (30/8/2018).

Proses pengerjaan pembangunan Skybridge Tanah Abang dimulai pada tanggal 3 Agustus 2018 dengan pengerjaan konstruksi dibagi menjadi 4 zonasi yakni Zona A, B, C dan D.

Yorry mengatakan, panjang masing-masing zona itu sekitar 100 meter. Sementara Pengerjaan proyek tersebut dilakukan 24 jam dengan 2 shift, meliputi pekerjaan siang dimulai pukul 04.00-19.00 WIB dan pekerjaan malam dimulai pukul 19.00-04.00 WIB.

Saat ini, jelas Yorry, kerangka yang sudah terpasang memiliki panjang kurang lebih 72 meter dan tinggi 12 meter. Pengecoran yang berada di Jalan Jati Baru sendiri sudah sampai di bagian tengah yang diberi tanda B12 dan di sisi timur diberi tanda B3 dan Barat diberi tanda B8.

"Untuk pengerjaan struktur bawah zona A sudah 100 persen selesai dikerjakan, dan sekarang pengerjaan struktur atas meliputi pemasangan rangka baja dan pemasangan plat beton," imbuhnya.

Material kerangka Skybridge Tanah Abang 80 Persen dikerjakan di dua pabrik yaitu, PT. Nikko steel, yang terletak di Jalan Panongan No. 3, Panongan, Mekar Bakti, Tangerang, dan PT Spanbentondek Admara, yang terletak di Jalan Raya Serang, Bitung Raya, Cikupa, Tangerang.

Dengan menggunakan sistem knock down, kerangka dan struktur baja dapat dibongkar pasang di lokasi proyek.

"Jadi dibuat di Tangerang, sudah jadi rangkanya, lalu di bawa ke sini bisa dibongkar lagi," tuturnya.


Baca juga artikel terkait JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Yulaika Ramadhani