Pemakaman Fidel Castro Buat Dilematik Para Pemimpin Dunia

Oleh: Yuliana Ratnasari - 29 November 2016
Dibaca Normal 2 menit
Upacara pemakaman Fidel Castro pada 4 Desember mendatang membuat sejumlah pemimpin dunia berada dalam kondisi dilematik. Mereka pun akhirnya akan mengirimkan delegasi yang telah punya kaliber di bidang diplomasi.
tirto.id - Vladimir Putin, Justin Trudeau dan Theresa Mei merupakan para pemimpin dunia yang telah memutuskan untuk tidak menghadiri pemakaman Fidel Castro. Hal itu tampaknya segera diikuti Barack Obama yang juga akan menghindari upacara penghormatan Castro, meskipun telah melakukan kunjungan bersejarah ke Kuba awal tahun ini, demikian informasi yang dilansir dari The Guardian.

Sejumlah politisi senior yang secara hati-hati sudah diperhitungkan kalibernya di kalangan diplomatik pun dikirim untuk menghadiri pemakaman itu. Menjelang upacara peringatan, sebagian besar negara - terlepas dari negara-negara Amerika Latin dengan pemerintahan sayap kiri - telah memilih jelas delegasi peringkat menengah untuk upacara Castro.

Rusia telah mengumumkan bahwa Vyacheslav Volodin, sekutu dekat Putin sekaligus ketua majelis rendah parlemen, akan memimpin delegasi Rusia untuk pemakaman yang berlangsung pada 4 Desember mendatang. Keputusan itu berupaya menggarisbawahi bahwa Moskow tidak lagi menganggap Kuba sebagai negara klien. Pasalnya, mereka justru berusaha untuk fokus memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, Asia, dan Eropa Tengah.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pada Senin (28/11/2016) bahwa ia tidak akan menghadiri pemakaman meskipun Castro menghadiri pemakaman ayahnya, Pierre Trudeau.

Seperti diketahui, Justin Trudeau telah diejek secara luas dan dikritik karena memuji Castro, yang iasebut sebagai “pemimpin yang luar biasa". Sementara itu, Gubernur Jenderal David Johnston akan menjadi perwakilan Ratu di Kanada untuk menghadiri peringatan tersebut.

Sejauh ini pemerintah AS tidak memberikan indikasi soal kehadiran perwakilannya pada pemakaman. Alih-alih memberikan keputusan, AS hanya mengeluarkan pernyatan yang relatif hambar.

"Kami menyampaikan bela sungkawa kepada rakyat Kuba saat ini karena mereka berduka atas meninggalnya Fidel Castro. Selama lebih dari setengah abad, Castro memainkan peran yang amat besar dalam hidup mereka, dan ia mempengaruhi arah, bahkan urusan global regional,” tutur Sekretaris Negara, John Kerry.

Dengan beberapa keputusan efektif tersisa yang dapat diambil Obama selama transisi sebelum peresmian Donald Trump, pemimpin Republik pun telah memperingatkan Obama untuk tidak pergi ke Havana.

Newt Gingrich, politisi yang pernah dipandang sebagai kandidat potensial untuk sekretaris negara, memperingatkan Obama, Wakil Presiden Joe Biden, dan Kerry untuk tak menghadiri penghormatan terakhir pemimpin revolusi Kuba itu

"Presiden Obama atau Wapres Biden atau Kerry tidak diharuskan pergi ke Kuba karena alasan apapun untuk pemakaman Castro. Dia adalah seorang tiran,” tutunya dalam serangkaian cuitan pada Sabtu (26/11/2016).

Sementara itu, Senator AS Ted Cruz - yang keturunan Kuba - mengatakan: "Saya sangat berharap bahwa kita tidak melihat pejabat pemerintah AS akan ke pemakaman Fidel Castro. Saya harap kita tidak melihat Barack Obama dan Joe Biden dan Hillary Clinton dan Demokrat antri untuk memperlakukan tiran, pembunuh, dan penjahat seperti orang penting. "

Adapun delegasi Spanyol akan dipimpin oleh mantan Raja Juan Carlos, dan diharapkan bahwa pemimpin Sinn Fein, Gerry Adams, akan terbang ke Havana untuk memberi penghormatan.

Pemerintah Inggris memastikan, tidak mungkin Menteri Luar Negeri, Boris Johnson, akan hadir. Alhasil, Sir Alan Duncan selaku menteri kantor perwakilan luar negeri yang bertanggung jawab untuk Amerika, menjadi kandidat yang paling mungkin untuk mewakili Inggris.

“Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn, tidak akan menghadiri pemakaman, dan akan diwakili oleh bayangan menteri luar negeri, Emily Thornberry,” demikian informasi dari sumber.

Presiden Irlandia, Michael D Higgins, juga telah dikritik karena menandatangani buku belasungkawa di Dublin tanpa menyebutkan pelanggaran hak asasi manusia. Puntuk itu, Presiden tidak diharapkan untuk menghadiri pemakaman.

Berbeda dengan para pemimpin yang mengirimkan delegasinya, sejumlah pemimpin sayap kiri dari seluruh Amerika Latin menyatakan akan hadir, termasuk Ekuador: Rafael Correa, Venezuela: Nicolás Maduro, Bolivia: Evo Morales, dan Nikaragua: Daniel Ortega. Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto bahkan telah memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Kuba untuk peringatan.

Namun, Argentina akan diwakili oleh menteri asing, yakni Susana Malcorra, bukan pemimpin konservatif Mauricio Macri. Dalam pesan belasungkawa, Argentina berterima kasih pada Castro atas dukungannya terhadap klaim Kepulauan Falklands.

Sementara itu, India akan mengirim menteri rumahnya, Rajnath Singh, sebagai kepala delegasi semua pihak termasuk para pemimpin dari berbagai partai politik seperti Kongres, CPI (M), CPI dan pihak Samajwadi.

Namun, pada peringatan itu adik Fidel Castro yang telah tinggal di pengasingan di Miami selama lebih dari 50 tahun, Juanita Castro dikabarkan tidak akan hadir. “Terlepas dari kesedihan keluarga pribadinya, keyakinannya akan kebebasan [Castro] justru lebih kuat,” tutur Juanita.

Baca juga artikel terkait UPACARA PEMAKAMAN FIDEL CASTRO atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari