Peleburan Eijkman ke BRIN, DPR Khawatir Ganggu Vaksin Merah Putih

Reporter: Alfian Putra Abdi - 4 Jan 2022 10:48 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Alifudin khawatir pengembangan vaksin merah putih terganggu akibat peleburan Eijkman ke BRIN.
tirto.id - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Alifudin khawatir peleburan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memengaruhi pengembangan vaksin merah putih. Eijkman merupakan salah satu lembaga yang mendorong agar dilakukan tes banding atas false negatif.

"Khawatir mudah diintervensi lewat kepentingan politik nantinya, karena pada dasarnya peneliti atau saintis itu harus terus memiliki daya kritis yang tinggi," ujar Alifudin dalam keterangan tertulis, Selasa (4/1/2022).

Alifudin juga khawatir BRIN akan menjadi politis. Mengingat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Dewan Pengarah BRIN.

Dia berharap BRIN dan lembaga terkait yang dilebur tidak terikat dengan kepentingan atau intervensi politik belaka.

"Peleburan ini harus dilihat dari berbagai aspek, seperti para staf peneliti yang lulusan luar negeri ingin mengabdi ke Indonesia, dengan bekerja di Eijkman, taunya di PHK tanpa pesangon, hal itu jangan sampai membuat pesimis para akademisi kita," tukasnya.

Sebelumnya beredar kabar Lembaga Biomolekuler Eijkman memberhentikan banyak peneliti setelah mereka resmi melebur ke BRIN per 1 Januari 2022. Diduga terdapat puluhan peneliti diberhentikan setelah peleburan tersebut.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko membantah kabar banyak peneliti Eijkman diberhentikan sepihak. Hal itu merespons bergabungnya Eijkman menjadi bagian BRIN per Sabtu (1/1/2022).

"Informasi itu tidak benar," tegas Laksana kepada reporter Tirto, Sabtu.


Baca juga artikel terkait EIJKMAN atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight