PDIP Percaya Diri Tak Butuh Partai Lain di Pilwalkot Solo 2020

Oleh: Haris Prabowo - 10 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
PDIP percaya diri untuk mengusung calon wali kota dan calon wakil wali kota hanya dari kader PDIP saja, tanpa perlu menggandeng partai politik lainnya di Pilwalkot Solo.
tirto.id - Ketua DPP Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto, mengatakan bahwa partainya akan menggunakan strategi partai tunggal dalam mengusung di Pilwalkot Solo 2020 mendatang. Itu artinya, PDIP percaya diri untuk mengusung calon wali kota dan calon wakil wali kota hanya dari kader PDIP saja, tanpa perlu menggandeng partai politik lainnya.

Apalagi, kata Bambang, secara administrasi kursi parlemen, PDIP sudah melampaui jauh dari batas yang ditentukan.

"Begini, syarat untuk mendaftar itu secara administratif ada 20 persen kursi [di parlemen]. Kalau 20 persen kursi hanya 9 [kursi], PDIP di Solo 30 kursinya," kata Bambang saat ditemui di DPR RI, Senin (10/2/2020) pagi.

"Artinya sudah sangat kuat kami untuk mencalonkan sendiri. Sudah lebih dari separuh," imbuhnya.

Kendati demikian, PDIP tetap membuka kemungkinan jika partai lain ingin bergabung untuk mendukung pasangan calon yang diusung PDIP. Namun, kebijakan tetap ada di tangan PDIP.

"Kalau partai lain mau ikut ya monggo. Tetapi buat kebijakan penentuan calon wali kota dan calon wakil wali kota Solo PDIP punya strategi sendiri. Bahwa kemudian strategi Kota Solo ini diterima oleh partai lain dan ikut mendukung ya monggo," katanya.

Hari ini, Senin (10/2/2020) DPP PDIP mengadakan uji kelayakan (fit and proper test) untuk tiga orang kader PDIP yang akan maju ke dalam kontestasi Pilwalkot Solo 2020 mendatang. Ketiganya adalah Gibran Rakabuming Raka, Achmad Purnomo, dan Teguh Prakosa.

"Soal fit and proper test itu adalah standar. Kalau bertanya soal dipanggilnya Cawalkot Solo, iya, bakal calon. Itu nanti akan hadir Mas Gibran, Pak Purnomo, dan Mas Teguh. Jadi tiga orang. Itulah fit and proper yang akan dijalani. Untuk equal treatment aja, semua akan jalani," kata Bambang.

Beberapa hal yang akan diuji, kata Bambang, adalah kecocokan menjadi bakal calon Wali Kota Solo, kompetensi, dan menanggapi isu dengan cara pandang yang berbeda. Bambang juga membenarkan bahwa fit and proper test yang akan dijalani disertakan hasil survei elektabilitas ketiga kader selama beberapa waktu terakhir.

"Pergerakan dari waktu ke waktu kita lihat. Ada lah hasil survei. Apakah nanti ditunjukkan kepada para bakal calon? Jawaban saya, tidak. Enggak ada. Itu enggak akan kita sampaikan," katanya.


Baca juga artikel terkait PILWALKOT SOLO 2020 atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Bayu Septianto
DarkLight