Pasien Corona Telat Ditangani, Kemenkes: Sistem Rujukan Berbebelit

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 22 September 2020
Hambatan ini diyakini turut menyebabkan tingginya angka kematian di ICU sejumlah rumah sakit.
tirto.id - Kementerian Kesehatan mengakui adanya masalah yang kerap menghambat pasien COVID-19 memperoleh pengobatan. Hambatan ini juga diyakini turut menyebabkan tingginya angka kematian di ICU sejumlah rumah sakit.

“Riset kami menunjukkan bahwa sistem rujukan yang berbelit, pasien terlambat datang ke pusat pengobatan, diagnosis terlambat diberikan, pengobatan yang tidak adekuat maupun ketidak-tersediaan ventilator yang berpengaruh pada angka mortalitas di ICU,” ucap Staf Khusus Menkes Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Alexander Ginting dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2020).

Sebagai respons atas persoalan ini, Alexander mengatakan Kemenkes telah menyusun protokol standar perawatan pasien COVID-19. Namun Alexander juga menyebut istilah lain yaitu “Protokol standar terapi penanganan pasien COVID-19”.

Alexander tak merinci detail dari protokol terapi ini, yang pasti ia meyakini hal ini sebagai solusi tingginya angka kematian pasien COVID-19 di ICU. Protokol ini berisi tata pelaksanaan manajemen klinis ringan, sedang dan berat.

Protokol katanya juga disusun bersama 5 organisasi profesi dokter spesialis yakni PDPI, PAPDI, IDAI, PERDATIN, PERKI. Protokol juga sudah dibuat berdasarkan pedoman WHO.

Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Pandjaitan mengaku sepakat dengan protokol ini. Ia meminta agar protokol ini dapat segera diterapkan di 8 provinsi yang menjadi fokusnya.

“Saya minta mulai minggu depan Kemenkes segera menyosialisasikan protokol terapi ini ke semua RS rujukan di 8 provinsi plus Aceh karena kenaikan kasusnya mulai mengkhawatirkan,” ucap Luhut yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2020).


Baca juga artikel terkait PASIEN CORONA MENINGGAL DUNIA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight