Pasar Tanah Abang Tutup, Beberapa Pedagang Blok G Masih Buka Lapak

Oleh: Widia Primastika - 23 Mei 2019
Sejumlah pedagang di Blok G Pasar Tanah Abang mulai membuka beberapa kiosnya usai terjadi kerusuhan 22 Mei 2019. Sementara Blok A, B dan F masih ditutup.
tirto.id - Sejumlah pedagang mulai membuka kembali beberapa kiosnya di Pasar Tanah Abang usai kerusuhan yang terjadi di Kawasan Tanah Abang sejak Rabu (22/5/2019) dini hari.

Rini, 35 tahun, pedagang busana muslim di Pasar Jalan Jatibaru mengatakan, akibat kejadian rusuh kemarin, tokonya tak seramai biasanya.

"Sebenarnya saya juga berani enggak berani [ngelapak], tapi bagaimana? Sudah mau lebaran," kata Pemilik Rina-Rini Collection ini kepada Tirto, Kamis (23/5/2019)

Rini mengatakan, biasanya pada hari-hari menjelang lebaran, pemasukan yang diterimanya per hari biasa mencapai Rp5 juta hingga Rp10, karena alasan itulah ia tetap membuka lapaknya.

Berdasarkan pemantauan Tirto, area berjualan yang diperkenankan pada Kamis, 23 Mei 2019 di Kawasan Tanah Abang terbatas, sebab gedung Pasar Blok A, B, dan F masih digembok oleh pihak pengelola.

Sebelumnya, para pedagang di Pasar Tanah Abang memutuskan untuk tidak berjualan sampai tanggal 25 Mei 2019 akibat terjadinya kerusuhan 22 Mei kemarin.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, langkah ini dilakukan setelah adanya perundingan antar para pedagang setelah melihat kerusuhan yang terjadi di kawasan Jatibaru, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Tadi sih sudah diputuskan, para pedagang akan tutup sampai tanggal 25 Mei 2019," kata Arief saat dihubungi Tirto, Kamis (23/5/2019).

Arief menjelaskan, dari 17.000 kios yang tersebar di empat blok Pasar Tanah Abang akan tutup sampai hari Minggu pekan ini.

Pasar Tanah Abang baru akan beraktivitas normal pada Senin (27/5/2019) setelah melihat situasi di kawasan Pasar terutama titik pusat kerusuhan yaitu kawasan Pasar Blok A Tanah Abang kondusif.


Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan menarik lainnya Widia Primastika
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Widia Primastika
Penulis: Widia Primastika
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno