Menuju konten utama

Partai Pendukung Jokowi-Ma'ruf Tak Soal Mahfud Enggan Masuk Timses

Mahfud mengatakan sebagai anggota Dewan Pengarah BPIP, ia harus bersikap netral.

Partai Pendukung Jokowi-Ma'ruf Tak Soal Mahfud Enggan Masuk Timses
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo dan juru bicara KPK Febri Diansyah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung KPK, Senin (25/6/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

tirto.id - “Saya tak bisa jadi ketua timses atau pemenangan, karena saya berada di BPIP.”

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengucapkan pernyataan itu Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (20/8). Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini hendak memastikan kepada awak media bahwa sebagai anggota BPIP ia mesti berada dalam posisi netral di Pilpres 2019. Lagi pula, Mahfud mengaku hingga saat ini tidak mendapat tawaran menjadi ketua tim kampanye Jokowi-Ma'ruf ataupun Prabowo-Sandiaga.

“BPIP itu ditugaskan oleh presiden menata ideologi, termasuk di dalamnya netralitas penyelenggara negara [...] Jadi kalau saya masuk ke tim sukses mana pun, itu berarti saya tak netral,” katanya.

Pernyataan Mahfud mengundang reaksi sejumlah pihak. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) heran mengapa Mahfud bisa buru-buru menolak menjadi ketua tim pemenangan Jokowi–Ma’ruf. Sebab hingga saat ini Cak Imin mengaku belum tahu siapa pihak yang menawarkan Mahfud menempati posisi strategis itu.

“Saya tidak tahu yang nawarin siapa. Sepenuhnya kesepakatannya adalah, yang nyusun timses terutama ketuanya adalah calon presiden," ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Cak Imin bilang ia tak masalah jika Mahfud masuk dalam tim pemenangan Jokowi–Ma’ruf. Namun, kalaupun Mahfud akhirnya lebih memilih memenangkan Prabowo–Sandi ia menilai hal itu wajar. Sebab Mahfud pada Pilpres 2014 juga pernah menjabat sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta.

“Tapi ya artinya kalau mau jadi bagian dari pak Jokowi bagus, itu yang kami harapkan,” ujar Cak Imin.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani mengatakan tidak akan memaksa Mahfud ke dalam tim pemenangan Jokowi–Ma’ruf. “Kami tangkap [Mahfud] belum bersedia ya enggak kami paksakan,” kata Arsul.

Arsul tak mempersoalkan pilihan netral Mahfud di Pilpres 2019 karena menjabat sebagai anggota BPIP. Namun, ia mengingatkan jika nanti Mahfud berubah pikiran dan ingin bergabung dalam tim pemenangan maka mesti ada proses komunikasi politik yang dilakukan Mahfud dengan partai-partai pendukung Jokowi–Ma’ruf. “Setidaknya masih perlu komunikasi lagi lah,” ujarnya.

Menurut pengamat politik Populi Centre Rafif Pamenang Imawan sikap enggan Mahfud masuk tim pemenangan Jokowi–Ma’ruf tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara Jokowi–Ma’ruf. Hal ini karena magnet elektoral dalam Pilpres terletak pada sosok kandidat yang berkontestasi.

“Ketika Mahfud MD netral, dia tidak akan mempengaruhi siapa pun [...] Saya rasa tidak akan ada yang dirugikan, mengingat dalam politik pemilu saat ini, faktor dominannya ada pada sosok Jokowi," ujar Rafif.

Rafif melihat pendukung Mahfud berasal dari pemilih rasional. Ia percaya pendukung Mahfud tidak akan golput dan mengerti sikap politik apa yang mesti diambil usai Mahfud gagal menjadi cawapres Jokowi.

Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade mengatakan pihaknya terbuka menerima siapa pun tokoh yang ingin bergabung mendukung Prabowo-Sandiaga.

"Kami terbuka dengan siapapun tokoh yang punya komitmen sama ingin menyelamatkan dan memperbaiki bangsa. Kalau Pak Mahfud ingin bergabung, kami akan membuka diri," ujar Andre.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Muhammad Akbar Wijaya