Partai Komunis: Xi Jinping Pemimpin Terkuat Cina Sejak Mao Zedong

Oleh: Yuliana Ratnasari - 24 Oktober 2017
Dibaca Normal 1 menit
Saat Kongres Partai Komunis ini dimulai, Xi Jinping pertama kali memperkenalkan filosofinya yang disebut “sosialisme dengan karakteristik Cina di era baru.”
tirto.id - Partai Komunis Cina telah memilih untuk mengabadikan ideologi Xi Jinping dalam konstitusi dan mengangkatnya ke tingkat yang sama dengan pendiri Mao Zedong.

Pemungutan suara bulat untuk mencatatkan "Xi Jinping Thought" dilakukan pada akhir kongres Partai Komunis yang menjadi pertemuan politik terpenting Cina.

Xi Jinping terus meningkatkan cengkeramannya pada kekuasaan sejak menjadi pemimpin di tahun 2012. Langkah ini berarti bahwa setiap tantangan bagi Xi sekarang akan dipandang sebagai ancaman terhadap peraturan Partai Komunis.

Kongres Partai Komunis ini dimulai pekan lalu dengan pidato tiga jam Xi. Saat itu pula dia pertama kali memperkenalkan filosofinya yang disebut “sosialisme dengan karakteristik Cina di era baru,” demikian dilansir BBC.

Pejabat tinggi dan media pemerintah kemudian mulai berulang kali menyebutkan ideologi "Xi Jinping Thought" ini, sebagai tanda bahwa Xi telah memperkuat pengaruhnya atas partai tersebut.

Pemimpin Partai Komunis Cina sebelumnya telah memiliki ideologi mereka yang dimasukkan ke dalam konstitusi atau pemikiran partai. Namun, pemikiran yang sesuai filosofi mereka, selain pendiri Mao Zedong, sebagai puncak hirarki ideologis.

Hanya Mao dan Deng Xiaoping yang memiliki pemikiran sesuai ideologi mereka.

Slogan baru Cina yang dikemukakan Partai Komunis hampir tidak diucapkan langsung. Namun anak-anak sekolah, mahasiswa, dan staf di pabrik negara sekarang harus bergabung dengan 90 juta anggota Partai Komunis dalam mempelajari "Xi Jinping Thought" dalam sosialisme era baru Cina.

Ungkapan "era baru" adalah cara partai untuk mengatakan bahwa ini adalah bab ketiga dari Cina modern.

Fase pertama adalah ketika Ketua Mao Zedong yang menyatukan sebuah negara yang hancur karena perang sipil, sedangkan periode kedua menjadi kaya di bawah Deng Xiaoping.

Sementara itu, era baru ketiga ini berkaitan tentang persatuan dan kekayaan yang lebih banyak lagi hingga pada saat bersamaan membuat Cina berdisiplin di rumah sendiri dan kuat di luar negeri.

Mengabadikan semuanya di bawah nama Xi Jinping dalam konstitusi partai memiliki arti pesaingnya sekarang tidak dapat menantang orang terkuat Cina itu tanpa mengancam peraturan Partai Komunis.

Lebih dari 2.000 delegasi telah menghabiskan kongres selama seminggu untuk memilih kepala partai provinsi, gubernur, dan kepala beberapa perusahaan milik negara.

Pada Selasa (24/10/2017), mereka menyelesaikan penyusunan badan-badan top seperti Komite Pusat dan Komisi Sentral untuk Inspeksi Disiplin.

Sementara pada Rabu (25/10/2017), Komite Sentral yang baru akan memutuskan siapa yang akan berada di Politbiro tingkat tinggi -- komite pembuatan kebijakan utama dari Partai Komunis. .

Hari itu pula, Partai Komunis akan mengungkapkan anggota baru dari badan utamanya, Standing Committee dari Politbiro ini. Xi secara luas diperkirakan akan tetap menjadi pemimpin partai.

Keputusan Xi Jinping yang berkuasa di Cina telah ditandai oleh perkembangan yang signifikan, dorongan untuk modernisasi dan meningkatkan ketegasan di tingkat dunia.

Namun, kondisi itu juga dilihat sebagai potensi meningkatnya otoritarianisme, penyensoran, dan tindakan keras terhadap hak asasi manusia.

Xi juga menempatkan dirinya sebagai pemimpin sebuah misi "suci" untuk mengembalikan Cina ke tempat yang seharusnya di dunia.

"Tinggal di era yang begitu hebat, kita semua lebih percaya diri dan bangga, dan juga merasakan beban tanggung jawab yang berat," katanya seperti dikutip The Guardian.

"Kita harus memiliki keberanian dan tekad untuk membangun prestasi bersejarah yang dibuat oleh orang-orang Cina di bawah kepemimpinan Komunis Cina generasi demi generasi, menciptakan prestasi baru yang sesuai dengan era besar ini, dan melangkah maju menuju masa depan yang menjanjikan," tutur Xi menambahkan.

Baca juga artikel terkait CINA atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari