Pantau Perkembangan COVID-19: Twitter Rilis Fitur Event Page

Oleh: Cornelia Agata Wiji Setianingrum - 31 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Untuk memantau perkembangan coronavirus COVID-19, fitur "Event Page" resmi dirilis twitter pada 24 Maret 2020.
tirto.id - Status pandemi global virus Corona masih diberlakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bertambahnya hari, bertambah pula daftar orang yang terserang COVID-19 dari berbagai negara.

Hal itu menyebabkan konsumsi informasi masyarakat terhadap virus COVID-19 semakin meningkat.

Media sosial yang mudah diakses dan didapatkan mempermudah pemenuhan informasi masyarakat.

Namun, perlu selektif dalam mengonsumsi informasi yang diperoleh. Jangan sampai masyarakat terjebak berita hoaks yang tersebar di berbagai laman media massa.

Peranan media sosial global pun turut berperan dalam penyedia layanan informasi terhadap perkembangan COVID-19, tak terkecuali Twitter.

Akun resmi Twitter Indonesia pada 24 Maret 2020 telah mengumumkan peluncuran fitur yang disediakan untuk memantau perkembangan COVID-19.

Penggunaan fitur ini di Indonesia bertujuan untuk mendukung usaha Kementerian Kesehatan @kemenkesRI dengan mengaktifkan notifikasi tentang COVID-19 yang sudah dilakukan percobaan pada bulan Februari lalu.

Notifikasi tersebut sekaligus bisa terhubung langsung dengan situs resmi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.

Peluncuran fitur “Event page” bertujuan untuk memberikan informasi resmi dan terpercaya mengenai COVID-19 secara real time dari lembaga pemerintah, pejabat pemerintah, masyarakat sipil, dan juga media.

Melalui fitur tersebut, Twitter mengamplifikasikan informasi yang berasal dari sumber terpercaya di antaranya dari para ahli, akun resmi pejabat negara, ahli medis, dan ahli epidemiologi.

Fitur “Event page” diluncurkan oleh twitter di beberapa negara Asia Pasifik seperti Australia, Filipina, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, dan juga Indonesia.

Total cakupan fitur ini tersedia di 66 wilayah dan tersedia dalam 27 bahasa. Twitter juga masih terus melakukan perluasan pengadaan fitur ini di negara lain sesuai dengan kebutuhan di masa yang akan datang.


Bagi pengguna twitter yang menggunakan telepon seluler, fitur ini terletak di bagian atas linimasa beranda (home timeline), sementara pagi pengguna desktop ada di bagian #Explore.

Saat membuka twitter melalui desktop, pengaksesan fitur “Event page” cukup dengan mengklik ikon tagar (#) di bagian kiri. Lalu akan muncul banner biru dengan tulisan COVID-19 yang dapat di-klik.

Setelah di klik, maka akan masuk ke “Event page” yang berisi informasi terkini mengenai COVID-19 dari sumber-sumber resmi dan terpercaya.

Selain meluncurkan fitur tersebut, twitter juga ingin berperan memutus penyebaran informasi hoaks yang menyebar di masyarakat dengan mengeluarkan kewajiban dan kebijakan baru bagi pengguna untuk menghapus konten yang meliputi:
  • Penolakan untuk mengikuti arahan dari para ahli.
  • Ajakan untuk menggunakan perawatan, pencegahan, dan teknik diagnosa yang fiktif atau palsu.
  • Konten menyesatkan yang berasal dari pengguna yang mengaku sebagai ahli atau otoritas negara.

Selain itu, untuk menjamin tersedianya informasi secara real time pada fitur "Event page", Twitter melakukan beberapa hal yaitu:

    • Verifikasi Prioritas kepada Ahli atau Lembaga Medis
      Peluncuran fitur ini merupakan kerja sama Twitter dengan otoritas kesehatan di seluruh dunia. Maka langkah awal twitter yaitu mengidentifikasi lalu melakukan verifikasi terhadap akun lembaga medis dan juga para ahli COVID-19 yang menggunakan twitter. Verifikasi akun dilakukan agar informasi yang masuk fitur "Event Page" berasal dari sumber yang terpercaya.
    • Perluasan Pencarian Cepat secara Global tentang COVID-19
      Pengguna Twitter dapat menggunakan fitur ini untuk mencari informasi tentang COVID-19, tak hanya di Indonesia tapi juga secara global dengan jaminan informasi berasal dari sumber terpercaya.
    • Perlindungan dan Kemitraan Lainnya
      Pada kondisi pandemi COVID-19 seperti ini, Twitter akan menghentikan sementara layanan iklan untuk konten sensitif dengan COVID-19. Twitter hanya mengizinkan iklan yang berhubungan dengan informasi kesehatan yang berasal dari pemerintah. Pembatasan iklan bertujuan untuk menekan potensi yang dapat membahayakan pengguna.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Cornelia Agata Wiji Setianingrum
(tirto.id - Teknologi)

Kontributor: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Penulis: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight