Olimpiade Musim Dingin 2018

Panitia Siapkan 4000 Ponsel & 110 Ribu Kondom bagi Para Atlet

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 9 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Tidak hanya difasilitasi dengan ponsel jenis samsung Galaxy Note 8, IOC selaku panitia juga menyediakan ratusan ribu kondom untuk aktivitas seksual para atlet.
tirto.id - Acara Olimpiade Musim Dingin ke-23 akan dibuka di Pyeongchang, Korea Selatan pukul 20.00 waktu setempat. Olimpiade ini rencananya akan berlangsung hingga 25 Februari mendatang.

Dengan 2.925 atlet dari 92 negara, Olimpiade Musim Dingin 2018 mencatat jumlah pesaing terbesar yang pernah ada sepanjang sejarahnya, seperti dilansir dari Time.

Demi menunjang kelancaran acara, Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committe/IOC) sebagai panitia penyelenggara telah menyediakan perangkat Samsung Galaxy Note 8, untuk semua atlet dan ofisial di Olimpiade, lengkap dengan informasi logistik dan kompetisi penting.

Samsung telah menyediakan sekitar 4.000 unit Samsung Galaxy Note 8 kepada semua atlet dan pejabat Komite Olimpiade Internasional yang mengunjungi PyeongChang.

Olimpiade kali ini juga juga mencatat rekor lain yang tidak ada hubungannya dengan olahraga. Selain memfasilitasi para atlet dengan ponsel gratis, IOC juga menyediakan kondom.

Kondom di Olimpiade Musim Dingin 2018 akan tersedia di Olympic Village, stadion dan di pusat pers. Setiap atlet akan mendapatkan jatah 37 buah kondom. Namun, seorang perwakilan dari Olimpiade, tidak bersedia memberikan komentar saat diminta konfirmasi perihal tersebut.

Panitia menyediakan sebanyak 110.000 kondom yang bernilai sekitar 93.370 dolar AS atau Rp1,2 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Olimpiade Musim Dingin sebelumnya, menurut Korea Biomedical Review, sebuah kantor berita lokal.

Perusahaan Barunsengkak menyumbangkan 100.000 kondom dan Korean Association for AIDS Prevention menyumbang 10.000 lainnya, kata berita tersebut.

Pasokan kondom Olimpiade tahun ini memecahkan rekor, distribusi kondom di Olimpiade bukanlah hal baru. Kondom pertama kali tersedia secara gratis di Olimpiade Musim Panas 1988 di Seoul, Korea Selatan, sebagai upaya mencegah penyebaran HIV, lalu berlanjut hingga saat ini.

Seks di Olimpiade juga bukanlah hal baru. Di Olimpiade Sochi 2014 misalnya, beredar kabar bahwa para atlet menggunakan Tinder, aplikasi kencan, di Olympic Village. Perenang Olimpiade Ryan Lochte kepada ESPN mengatakan sebelum Olimpiade Musim Panas 2012 "70 persen sampai 75 persen atlet melakukan hubungan seks di Olimpiade”.


Baca juga artikel terkait OLIMPIADE MUSIM DINGIN 2018 atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yandri Daniel Damaledo
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo