Menuju konten utama

Panik Tsunami, Wisatawan di Pangandaran Mengungsi ke Dataran Tinggi

Peringatan tentang potensi tsunami di pantai selatan Jawa membuat orang-orang berlarian menjauh dari pantai.

Panik Tsunami, Wisatawan di Pangandaran Mengungsi ke Dataran Tinggi
Ilustrasi HL Gempa. tirto.id/Sabit

tirto.id -

Gempa yang terjadi 7.75 LS, 108.11 BT, di 11 km barat daya dari Tasikmalaya Jawa Barat pada kedalaman 107 km di Samudera Hindia menimbulkan kepanikan di berbagai daerah. Sejumlah warga pun mengungsi ke dataran yang lebih tinggi selepas ada peringatan tsunami dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Akibat gempa berskala 6.9 SR pada Jumat (15/12/2017) terjadi pukul 23:47 WIB ada potensi tsunami yang terjadi daerah sekitar pantai. Warga yang berada di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, pun mengungsi. Meski potensinya kecil dibanding Pantai Parangtritis, warga takut karena sempat ada guncangan besar.
Salah satu wisatawan di Pantai Pangandaran, Rut Helga, berlari keluar setelah mendapati ada guncangan yang terjadi. Ia takut dan sempat panik menuju ke halaman utama hotel, lampu mati, tidak ada penerangan atau listrik cadangan. Sekitar 15 menit kemudian, barulah listrik kembali menyala.
"Sempat takut banget tadi. Sekarang sih listrik udah nyala. Tadi baca dari pesan grup, BMKG udah bilang ada peringatan tsunami," kata Helga saat dihubungi Tirto.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa potensi tsunami lebih besar terjadi di Pantai Parangtritis. Kendati demikian, bersama temannya yang berjumlah 2 orang, ia menaiki mobil dan mengungsi ke dataran lebih tinggi. Banyak warga yang ikut mengungsi, terutama para wisatawan. Berbekal sebuah laptop, Helga meninggalkan hotel. Apabila tsunami terjadi, setidaknya ia ingin data pekerjaannya terselamatkan.
Dari pantauannya, tidak semua memutuskan mengungsi, para penduduk, terutama pedagang sekitar masih tetap tidak beranjak. Melihat surutnya laut yang tidak terlalu jauh, mereka masih percaya tsunami tak akan terjadi.
"Mereka sih masih berdiam di sana. Kita mah takut, jadi pindah aja ke dataran tinggi naik mobil. Ini banyak yang ikut. Temanku yang tinggal cuma 1 saja, dia dulu bekas tim SAR," kata wanita asal Jakarta ini.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Zen RS