Panduan Bertahan Hidup Saat Tersesat di Alam Bebas, Termasuk Hutan

Oleh: Adilan Bill Azmy - 20 Januari 2020
Dibaca Normal 3 menit
Para petualang perlu melakukan sejumlah persiapan dan mengetahui cara bertahan hidup jika tersesat di alam bebas.
tirto.id - Berpetualang di alam bebas bisa jadi menyenangkan. Memandangi hamparan sabana, menjelajah rimbun hutan, atau menaklukkan puncak gunung merupakan kesenangan bagi pemilik jiwa petualang. Ada yang menjadikannya sebagai sarana liburan, bahkan hobi.

Namun, alam bebas bukanlah wahana yang mudah untuk ditaklukkan. Keadaan alam sangat sulit untuk diprediksi. Di satu waktu, alam bebas bisa sangat bersahabat, tapi juga sering berbahaya. Untuk itu, persiapan menjadi hal yang penting sebelum memutuskan untuk berpetualang ke alam bebas.

Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Ungkapan ini dapat menggabarkan kondisi berpetualang di alam bebas. Meski telah mempersiapkan segala perlengkapan sebelum berpetualang, alam selalu menawarkan kejadian yang tidak terduga. Bahkan para petualang handal pun dapat tersesat ketika menjelajahi alam bebas.

Banyak kasus petualang yang tersesat di alam bebas. Salah satunya adalah yang dialami oleh Aurelien, 8 Oktober lalu. Dilansir Antara, pria berkebangsaan Swiss ini dilaporkan hilang saat menjelajahi hutan Raja Ampat, Papua. Beruntungnya, Aurelien bertahan hidup dan menemukan perkampungan terdekat setelah 8 hari hilang.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya skil bertahan hidup untuk mengantisipasi hal buruk saat berpetualang, yaitu tersesat. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk bertahan hidup saat tersesat di hutan maupun alam bebas lainnya, berdasarkan rekomendasi The National Wild Turkey Federation (NWTF) Amerika.

1. Tetap Tenang

Panik tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan malah memperburuk keadaan. Untuk menguasai keadaan, diperlukan pikiran yang jernih dan positif. Meski sulit, hal ini dapat membantu dalam menentukan langkah apa yang harus dilakukan saat tersesat. Selain itu, lakukan beberapa langkah sebagai berikut:

-Susun rencana ke depan
-Inventarisir persediaan yang ada
-Tentukan hal-hal penting untuk mulai bertahan hidup (persediaan air, tempat berteduh, sumber kehangatan)
-Determinasi dan ketabahan kadang menjadi penentu keselamatan saat tersesat
-Hilangkan perasaan buruk
-Tersesat mungkin menyebabkan putus asa, namun tetaplah fokus pada hal-hal penting untuk bertahan hidup.

2. Buatlah Tempat Bernaung

Salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan di alam bebas adalah suhu udara. Kehilangan kehangatan pada badan dapat menyebabkan hipotermia, yang bisa memicu kematian. Di samping itu, terpapar sinar matahari yang panas secara langsung juga dapat membakar kulit, hingga dehidrasi.

Suhu tubuh yang optimal sangat diperlukan untuk menentukan kelangsungan hidup saat tersesat di alam bebas. Oleh karena itu, para petualang perlu membuat tempat bernaung saat bermalam di alam bebas, baik saat tersesat maupun tidak. Berikut rekomendasi untuk membuat tempat bernaung saat tersesat di alam bebas:

-Bila udara terlalu panas, galilah tanah beberapa sentimeter terlebih dahulu hingga mencapai lapisan yang lebih dingin.

-Buatlah rangka naungan sederhana. Cari sumber daya yang ada, seperti pohon tumbang, atau sandarkan batang pohon ke bidang yang kokoh.

-Susun ranting pohon untuk menutupi salah satu sisi. Atau, apabila memungkinkan, tutupi kedua sisinya dengan menyusun ranting yang lebih banyak. Usahakan untuk menyusun serapi dan serapat mungkin.

-Tutupi rangka yang telah disusun tadi dengan dedaunan. Semakin tebal dedaunan, semakin baik menahan hawa dingin. Lakukan hal yang sama pada tanah bagian dalam sebagai alas.

3. Temukan Sumber Air Bersih

Manusia dapat hidup selama beberapa minggu tanpa makanan. Namun, manusia hanya bisa bertahan hingga 4 hari tanpa minum. Oleh karena itu, air bersih merupakan sumber kehidupan bagi petualang yang tersesat.

Air bersih dapat ditemukan pada sungai maupun danau di alam bebas. Temukan air pada sungai atau danau, lalu rebus terlebih dahulu untuk membunuh bakteri yang terkandung di dalamnya.

Akan tetapi, terkadang lokasi air minum sulit ditemukan oleh petuaalng yang tersesat. Berikut beberapa sumber air bersih lain yang layak untuk diminum:

-Air hujan: tampung air hujan yang turun pada wadah, lalu minum. Simpan pula untuk persediaan.

-Salju: kumpulkan salju atau es pada wadah tertutup, lalu gunakan api atau sinar matahari untuk mencairkannya. Usahakan tidak memakan salju secara langsung, sebab energi tubuh dapat keluar lebih banyak.

-Air tanah: salah satu cara menemukan sumber air ialah dengan menggali tanah. Agar lebih mudah, cari tanaman seperti ekor kucing atau pohon kapas, lalu gali di sekitarnya. Dua tumbuhan tersebut biasanya mencirikan adanya sumber air tanah.

-Tanaman tertentu: beberapa tanaman seperti kaktus dan rumput menyimpan air di dalamnya. Remas batang tanaman tersebut untuk mengeluarkan airnya.

4. Buatlah Perapian

Selain untuk penerangan, api bisa membantu menjaga suhu badan tetap hangat. Mulailah dengan mengumpulkan sulur atau jarum pinus kering sebagai sumbu. Lalu, kumpulkan berbagai ukuran kayu kering yang ada, mulai dari yang besar hingga ranting-ranting kecil. Kemudian, ikuti langkah berikut ini:

-Susun kayu berukuran besar membentuk lingkaran untuk menahan angin.

-Buatlah kerangka berbentuk limasan di dalamnya. Caranya, berdirikan balok kayu sebagai penyangga di tengah, lalu susun kayu berukuran sedang di sekitarnya. Susun hingga rapat, namun sisakan lubang untuk memasukkan sumbu.

-Masukkan sumbu ke dalam limasan, lalu nyalakan dengan korek api.

-Saat api kecil sudah menyala, tiup sedikit demi sedikit hingga nyala api sudah agak membesar. Lalu, masukkan lebih banyak ranting atau rumput kering sebagai bahan bakar tambahan.

-Bila korek api tidak ada, gunakan kaca, lensa kamera. Fokuskan cahaya pada sumbu hingga percikan api muncul. Setelah itu, lakukan langkah yang sama seperti di atas.

5. Buatlah Tombak Sederhana

Tombak sederhana dapat digunakan untuk berburu kancil atau menangkap ikan. Selain itu, tombak juga bisa digunakan sebagai alat pertahanan diri dari binatang liar. Buatlah dengan mengikuti langkah berikut ini:

-Cari tongkat kayu yang panjang dan lurus, dan usahakan kokoh serta tidak mudah patah
-Belah ujungnya menjadi dua atau tiga
-Jejalkan batu atau kayu pipih di sela-sela belahannya hingga mantap
-Tajamkan masing-masing bagian belahan dengan pisau atau batu tajam.


Persiapan Penting Sebelum Menjelajah Alam Bebas

Alam bebas memang menyediakan banyak hal yang bisa dipakai untuk bertahan hidup. Namun, mempersiapkan peralatan secara matang sebelum berpetualang dapat mempermudah keadaan. Selain itu, pengetahuan tentang bertahan hidup juga sangat penting, termasuk soal rute perjalanan, simpul-simpul, hingga hewan dan tumbuhan.

Brian Mertins, ahli bertahan hidup di alam bebas dalam situs nature-mentor.com memaparkan berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum berpetualang di alam bebas.

Pertama, persiapkan peralatan bertahan hidup di alam bebas yang paling dasar. Beberapa barang di bawah ini adalah peralatan berpetualang paling dasar yang sangat berguna saat tersesat.

-Senar parasut untuk mengikat peralatan perapian
-Pisau tajam yang kokoh
-Senar pancing
-Peluit
-Sarung tangan tebal dan syal
-Termos atau botol air minum.

Kedua, Jelajahi pengetahuan tentang tumbuhan. Kenali ciri tanaman yang bisa dimakan dan tumbuhan yang beracun. Selain itu, pelajari bagaimana cara tepat untuk mengonsumsi tumbuhan-tumbuhan di alam bebas. Di bawah ini merupakan ciri dan karakteristik tumbuhan yang sebaiknya dihindari karena kemungkinan beracun:

-Buah beri yang berwarna putih atau kuning
-Tumbuhan berduri
-Jamur-jamuran
-Tumbuhan yang terasa seperti sabun atau pahit
-Tanaman berdaun cerah atau berkilau
-Tumbuhan yang memiliki daun bertangkai tiga
-Bunga-bunga yang berbentuk payung
-Tanaman bergetah warna putih susu
-Tumbuhan beraroma almond

Ketiga, ketahui pola geografis di dalam hutan. Hal ini dapat membantu dalam menentukan tempat paling aman untuk membuat tempat naungan.

Keempat, persiapkan segala hal, termasuk memberitahu orang-orang terdekat tentang rencana berpetualang di alam bebas. Selain itu, selalu melapor terlebih dahulu kepada penjaga hutan atau penjaga basecamp pendakian untuk mengantisipasi hal terburuk.

Kelima, hal paling penting adalah jangan menyepelekan alam. Selalu siaga terhadap segala kondisi yang mungkin akan terjadi, dan usahakan jangan sampai kehilangan arah.


Baca juga artikel terkait PETUALANGAN atau tulisan menarik lainnya Adilan Bill Azmy
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Adilan Bill Azmy
Penulis: Adilan Bill Azmy
Editor: Addi M Idhom
DarkLight