Pandemi COVID-19 Bisa Jadi Ajang untuk Melatih Kreativitas Anak

Oleh: Dhita Koesno - 31 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pandemi COVID-19 bisa menjadi ajang untuk melatih produktivitas dan kreativitas anak, serta memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga.
tirto.id - Salah satu dampak positif yang bisa didapatkan selama masa Pandemi COVID-19 adalah lebih banyaknya waktu untuk berkumpul bersama keluarga serta dapat menjadikan seseorang lebih kreatif, termasuk anak-anak.

Alasannya sederhana, karena sebagian besar aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah saja, sehingga waktu-waktu ini bisa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga, serta memberikan waktu lebih kepada anak-anak, menemani mereka dalam masa tumbuh kembangnya.

Seperti yang dialami Pendiri Komunitas PRAKARDUS Muhammad Luqman Baehaqi yang membagikan pengalaman inspiratifnya memanfaatkan waktu secara kreatif bersama anak-anaknya.

“Awalnya berkreasi dengan kardus ini sebagai solusi untuk memberi kegiatan sekaligus hiburan pada anak karena rumah kami jauh dari pusat hiburan dan pusat perbelanjaan. Kemudian kegiatan kami pun diminati banyak orang sehingga berlanjut memberi workshop tiap akhir minggu," ujarnya seperti dikutip laman resmi Satgas Penanganan COVID-19.

Menurut Luqman, orang tua dan anak tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang bagaimana hasil akhir dalam proses menjadi kreatif, yang terpenting adalah fokus untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

“Saya sebenarnya lebih senang mengatakan, bahwa ketika kita tahu alasan untuk melakukan sesuatu, anak-anak juga turut merasakan apa yang kita rasakan. Ini lebih baik daripada, sekadar mencari tahu apa yang harus kita lakukan," terang Luqman.

Hal tersebut pun diamini oleh Elizabeth Santosa, Psikolog Anak dan Pendidikan yang mengatakan bahwa setiap pembelajaran itu bisa diperoleh dari kehidupan yang terjadi sehari-hari, tergantung bagaimana cara melihatnya.

Jadi, buat semua orang tua, dalam masa pandemi ini, kita berharap vaksin segera ada di tahun 2021. Bertahan lebih lama lagi di rumah untuk anak-anak kita. Gunakan waktu selama pandemi ini sebaik-baiknya untuk keluarga kita," kata Elizabeth.

Lebih lanjut Elizabeth menjelaskan, kreativitas adalah salah satu kemampuan manusia yang sudah ada dalam diri untuk bisa digunakan dalam mencari jalan keluar.

“Jadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja," tuturnya.

Kreativitas, sambungnya, biasanya justru bisa muncul dalam masa sulit, sementara saat berada dalam kondisi adem ayem, enak, atau nyaman kreativitas jarang muncul.

"Kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” imbuhnya.

Elizabeth pun berpesan kepada orang tua, agar di masa pandemi ini jangan memberikan terlalu banyak fasilitas gadget agar menstimulus kreativitas anak-anak.

“Biarkan mereka berpikir. Seperti yang dilakukan pak Luqman Baehaqi. Kasih kardus atau spidol, terserah nanti itu mau jadi apa. Nanti kalau anak-anak menyerah, baru kita ajak untuk bikin sesuatu bersama-sama. Tapi, kalau selalu dibantu, dan diberikan terlalu banyak fasilitas, kemampuan kreativitasnya tidak berkembang, tidak terstimulasi, harus ada sesuatu yang menstimulus," pungkasnya.

Pemerintah bersama Satgas COVID-19 terus gencar mengampanyekan #ingatpesanibu untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan penerapan perilaku disiplin 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan untuk menekan penyebaran virus COVID-19 dapat ditambahkan dengan penerapan 3T, yaitu testing secara berkala, tracing (telusuri dan lacak kontak fisik), serta treatment (terapkan perawatan dan isolasi mandiri dalam ruangan).


-----------------------------------

Artikel ini terbit atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight