Pakai Masker Dua Lapis Lebih Baik daripada Satu, kata Ahli

Oleh: Dhita Koesno - 17 Februari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Pakai masker dua lapis lebih aik daripada satu untuk mencegah virus masuk, menurut Ahli.
tirto.id - Pandemi COVID-19 telah mengubah kebiasaan banyak orang, salah satunya menggunakan masker sebagai aksesoris wajib sehari-hari.

Dan saat ini, sebagian besar orang yang menggunakan masker bahkan tak hanya memakainya satu lapis, melainkan 2 hingga 3 lapis.

Anthony Fauci, kepala penasihat medis Presiden Joe Biden sejak 2021 menyarankan agar masyarakat mau mengikuti tren penggunaan masker ganda demi mencegah virus yang masuk.

"Jika Anda memiliki masker satu lapisan, maka sebaiknya pasang lagi lapisan lain, ini masuk akal bahwa kemungkinan akan lebih efektif," kata Fauci yang juga dokter-ilmuwan Amerika dan ahli imunologi sekaligus Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular sejak 1984 seperti dikutip Medical Daily.

Tapi, benarkah pemakaian masker dua lapis memang perlu dan benar-benar efektif mencegah masuknya virus ke tubuh?


Seberapa Efektif Pemakaian Masker Dua Lapis?


Monica Gandhi, seorang profesor Kedokteran di University of California, San Francisco yang menulis makalah tentang masking dalam sebuah jurnal Med bersama rekannya Linsey C. Marr menyebutkan, masker tidak memiliki sifat magis, ia berfungsi karena fisika.

"Masker tidak menangkap partikel seperti saringan menangkap pasta, melainkan relatif memperlambat udara yang dibawa masuk. Hal ini memungkinkan udara masuk dan keluar serta membuat tetesan terperangkap di masker," ujarnya.

Gandhi pun mendukung pemakaian banyak lapisan dalam sebuah masker.

“Untuk perlindungan maksimal, anggota masyarakat dapat memakai masker kain dengan erat di atas masker bedah atau memakai masker tiga lapis dengan bagian luar lapisan terdiri dari fleksibel, kain tenun rapat, dan lapisan tengah terdiri dari bahan filter efisiensi tinggi bukan tenunan," jelasnya.

Contohnya pemakaian masker seperti N-95 akan mencapai hal yang sama seperti memakai masker dua lapis, karena terbuat dari bahan khusus dan sangat pas.

Pemakaian N-95 bisa memberikan perlindungan yang sangat baik dan tidak memerlukan lapisan kedua dengan cara yang sama seperti masker bedah.

Meski demikian, walaupun ada alasan bagus untuk menggunakan masker ganda, ini tidak selalu merupakan ide yang bagus untuk semua orang.

Carl Cameron, kepala petugas medis di MVP Health Care, perusahaan asuransi di New York dan Vermont, menjelaskan bahwa kebugaran dan kenyamanan juga penting.

"Jika memakai dua masker memberikan kesesuaian yang lebih buruk daripada satu masker yang pas, itu bisa membuat segel yang buruk di sekitar hidung dan mulut dan menurunkan perlindungan Anda," jelasnya.

Menurutnya, jika kedua masker membuat pernapasan lebih sulit atau hanya membuat tidak nyaman, alasan ini dapat menyebabkan orang lebih sering menyentuh wajah mereka, dan cara ini justru berisiko untuk tertular virus, karena virus dapat memasuki selaput lendir di dalam mata, hidung dan mulut.

Banyak ahli kesehatan juga menyetujui hal ini dengan menyatakan bahwa pemakaian satu masker yang sangat bagus tidak apa-apa tetapi dua masker, terutama satu bedah dan satu buatan sendiri, mungkin merupakan ide bagus di beberapa tempat.

Selain itu, pemberitaan tentang varian baru virus Sars-CoV-2 yang diyakini lebih menular daripada virus aslinya juga telah mendorong orang untuk menggunakan masker dua lapis.

“Saya mulai melakukan double masking ketika saya mulai mengetahui lebih banyak tentang varian [baru] virus Corona,” kata Lindsey Leininger, pakar kesehatan masyarakat sekaligus profesor di Sekolah Bisnis Tuck Dartmouth seperti diwartakan Slate.

Masker memang hanya akan digunakan jika ukurannya pas. Mengenakan masker kain yang pas dan mengikat, dengan masker bedah di bawahnya, layak menjadi anggota klasik pencegahan Covid-19.

Namun selain memakai masker, protokol kesehatan lainnya seperti membatasi kontak, menjaga jarak sosial, dan mencuci tangan juga harus terus diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.


Baca juga artikel terkait DUA MASKER atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight